Rabu, 30 Januari 2019

LAHIRLAH BARU MELALUI INJIL IBRANI - 11

IBRANI PASAL 11:

11:1Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Itu adalah definisi iman yang dibuat oleh Al Kitab berdasarkan penerangan ROH KUDUS. Iman adalah kepercayaan yang ditujukan kepada TUHAN. Iman yang dibuat Al Kitab ditujukan kepada TUHAN di Kejadian pasal 1, yaitu kepada TUHAN PENCIPTA. TUHAN PENCIPTA itu esa: Tunggal, tak ada yang lainnya. TUHAN yang bernama: YAHWEH, Sesembahan Abraham, Ishak, Yakub dan 12 suku Israel.

Namanya: YAHWEH, bukan Allah. TUHAN yang mempunyai ANAK bernama: YESHUA, bukan Tuhan yang mandul.

Tujuan iman itu harus benar, tidak boleh salah alamat. Harus tepat seperti kalau kita membuat akun e-mail dan passwordnya. Kesalahan akan menunjuk kepada "allah yang lain". Tentang hal ini Al Kitab menyebutnya: "ALLAH yang benar". Artinya harus benar! Dan kesalahan alamat membatalkan arti iman, bahwa itu bukanlah iman yang Al Kitab maksudkan.

Di sini kita diuji untuk tidak menyebut nama TUHAN secara sembarangan sebagaimana bunyi Hukum YAHWEH yang ke-3: "Jangan menyebut TUHAN-mu dengan sembarangan".

Menurut Ibrani 1:1, iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan. Bahwa apa yang kita harapkan harus dilandasi dengan iman. Harapan adalah sesuatu yang belum terjadi atau belum terujud atau belum terlihat atau belum nyata. Harapan itulah yang membutuhkan iman. Yang sudah nyata tak memerlukan iman lagi. Doa-doa yang belum dikabulkan itu membutuhkan iman, sedangkan yang sudah dikabulkan tak memerlukan iman lagi.

Kekuatan iman dinyatakan dari jarak kita berharap. Semakin lama dalam ketekunan berharap menyatakan semakin kuat iman kita. Berdoa terus-menerus, berharap terus-menerus, pantang menyerah, itulah iman yang kuat. Menghentikan doa di tengah jalan karena menganggap "percuma", itu menandakan lemahnya iman kita. Dan TUHAN benci dengan orang yang lemah imannya, tapi mengasihi orang yang kuat imannya.

Entah baik atau tidak baik yang kita mintakan pada TUHAN, ketekunan kita memintanya itulah yang mengukur kekuatan iman kita, seperti yang YESHUA ajarkan melalui suatu perumpamaan;

Lukas 18:2

Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
18:3Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
18:4Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
18:5namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
18:6Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!

Kekuatan iman yang ditunjukkan oleh nabi Elia adalah berdoa sampai 7 kali, sedangkan yang ditunjukkan oleh YESHUA adalah semakin bersungguh-sungguh, bukan semakin mengendor;

1Raja-raja 18:42

Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.
18:43Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali.

Luk. 22:44Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.


Selain iman sebagai dasar dari yang kita harapkan, iman itu harus mempunyai bukti dari yang tidak kelihatan. Seperti pekerjaan polisi membuktikan suatu perkara tanpa menyaksikannya sendiri. Hanya berdasarkan alat bukti, polisi bisa meyakini seseorang sebagai tersangkanya. Seperti kita meyakini alam semesta sebagai ciptaan ELOHIM YAHWEH sekalipun kita tidak menyaksikan di zaman penciptaannya. Seperti kita meyakini cerita-cerita di dalam Al Kitab sekalipun kita tidak hidup di zaman itu. Tapi dari kebenarannyalah kita membuktikannya. Jadi, iman tidak boleh awur-awuran, melainkan harus ada pembuktiannya.

Jika saya berdoa minta mobil, kira-kira sanggupkah ELOHIM YAHWEH mengabulkannya? Apakah ada bukti tentang Kemahakuasaan ELOHIM YAHWEH? Jika saya berdoa kepada allah patung yang tak berbukti kuasanya, maka itu menjadi iman yang konyol.

Jadi, iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

11:2Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.

Oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada tokoh-tokoh Al Kitab. Contohnya iman Abraham. Iman Abraham kepada ELOHIM YAHWEH tentunya dibentuk dari cerita-cerita lisan nenek-moyangnya, seperti cerita-cerita di kitab Kejadian yang sebelum zamannya. Sedangkan iman kita dibentuk dari Al Kitab yang kita baca. Sebab timbulnya iman itu dari panca indera kita;

Rm. 10:17Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Dari melihat atau mendengar, maka percayalah kita;

Kejadian 15:5

Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
15:6Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Dan bukti iman kalau dalam Kekristenan adalah ditandai dengan baptisan. Mendengar, percaya, lalu memberi diri dibaptis. Karena itu baptisan terhadap bayi jelas tidak bisa dibenarkan. Dan baptisan bukanlah kebutuhan pendeta atau penginjil melainkan kebutuhan dari orang yang menerima pemberitaan Injil itu. Karena itu baptisan harus berdasarkan permintaan atau inisiatif orang itu, bukan berdasarkan permintaan atau inisiatif pendeta.

Kisah 2:37

Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
2:38Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Orang bertanya: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Rasul Petrus memberikan petunjuk tentang tatacara Kristen.

11:3Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Kita melihat gunung, laut, langit dan bintang-bintang dari kejadian penciptaan yang tak kita saksikan secara langsung. Kita melihat dari bukti.

11:4Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

Iman Habel dibentuk dari pengertiannya. Dia meyakini pengertiannya. Sebaliknya, Kain tidak meyakini pengertiannya. Habel bisa memperkirakan secara benar atau tepat apa yang disukai ELOHIM YAHWEH. Banyak orang Kristen yang seperti Kain, yaitu tidak meyakini apa yang diketahuinya dari Al Kitab. Sekalipun Al Kitab memberitahukan hari Sabat, nyatanya mereka membikin acara sendiri hari Minggu. Tahu tapi tidak melakukannya. Menyimpang dari Al Kitab.

11:5Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

Iman Henokh dibentuk dari keyakinannya bahwa hidup bergaul dengan ELOHIM YAHWEH itu akan selamat. Tapi orang Kristen sekarang lebih suka bergaul dengan duniawi. Mungkinkah ELOHIM YAHWEH akan berkenan?

Rm. 12:2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.


11:6Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Menjadi orang Kristen setengah-setengah; setengah rohani setengah duniawi? Mungkinkah orang meraih cita-citanya jika tidak disertai tekad yang sepenuhnya?

Mat. 22:37Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

ELOHIM YAHWEH menuntut: "segenap". 100%. Totalitas!

11:7Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Nuh meyakini tentang hukuman ELOHIM YAHWEH sehingga ia mempersiapkan diri dengan membuat bahtera menurut petunjuk TUHAN. Apakah anda mempercayai adanya neraka dan mempersiapkan diri untuk mengupayakan keselamatan berdasarkan petunjuk Al Kitab?

11:8Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Abraham melaksanakan perintah ELOHIM YAHWEH tanpa mempertanyakan maksud dan tujuannya. Abraham tidak melakukan perdebatan dengan TUHAN sebagaimana orang-orang Kristen memperdebatkan Al Kitab. Untuk menghindari perintah Al Kitab dicarilah alasan-alasan, argumentasi-argumentasi.

11:9

Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
11:10Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

Sekalipun Abraham tinggal di tanah Kanaan yang dijanjikan TUHAN, namun Abraham memperlakukan dirinya sebagai orang asing. Abraham tidak membangun rumah permanen tapi perkemahan. Artinya siap-siap jika sewaktu-waktu diusir dari tanah itu. Tapi orang Kristen justru mengikatkan dirinya ke rumah duniawinya. Dibangunlah rumah yang megah dan mewah, dan diisilah dengan segala perlengkapannya seolah-olah dia akan di dunia ini selamanya. Ditumpuklah hartanya, bukan amalnya. Lupa bahwa nyawanya sewaktu-waktu dicabut dan semuanya itu akan dilepaskannya.

11:11

Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.
11:12Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.

Abraham dan Sara mempercayai janji TUHAN tentang keturunannya sekalipun mereka sudah tua dan mati haid. Mereka mempercayai hal-hal yang mustahil, yang di luar akal manusia. Berbeda dengan orang-orang Kristen yang lebih mempercayai akal pikiran manusia. Jika sakit lebih berharap ke dokter daripada ke ELOHIM YAHWEH. Padahal Kristen mempunyai "Dokter" yang supercanggih, yaitu: ELOHIM YAHWEH, tapi mengapa pergi ke dokter yang ilmunya: "mudah-mudahan sembuh?"

11:13Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

Abraham mati sebelum ELOHIM YAHWEH menggenapi janjiNYA untuk membuat keturunannya seperti bintang di langit banyaknya. Abraham tidak menggugat ELOHIM YAHWEH supaya menggenapi janjiNYA. Tidak seperti orang-orang Kristen yang suka menagih janji-janji TUHAN. Perintah TUHAN tak diturutinya, tapi janji TUHAN ditagihnya. Nggak kerja tapi minta upah.

11:14Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.

Abraham tahu bahwa tanah airnya bukan di dunia ini melainkan di sorga. Karena itu Abraham tak bermimpi-mimpian di dunia ini. Apakah orang-orang Kristen tak tahu kalau dirinya anak-anak ELOHIM YAHWEH?

11:15Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.

Kalau Abraham mau kembali ke kampung halamannya di Mesopotamia sebenarnya bisa. Di sana dia bisa tinggal sebagai warga negara pribumi, bukan sebagai orang asing di Kanaan. Tapi Abraham meyakini bahwa tanah airnya bukan di Mesopotamia, melainkan di sorga. Karena itu dia bertahan di Kanaan sekalipun diperlakukan sebagai orang asing. Abraham tidak mencari kenyamanan di dunia ini. Sebaliknya, orang-orang Kristen tak ada yang tahan dalam penderitaan. Mereka sangat menghindari penderitaan, bahkan demi kenyamanan mereka tak segan-segan untuk menggadaikan TUHAN-nya, seperti Yudas Iskariot.

11:16Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

Al Kitab menyebut kita sebagai anak-anak ELOHIM YAHWEH. Tapi apakah kita bisa menjaga citra ELOHIM YAHWEH, tidak malu-maluin sebagai orang Kristen, orang kudus, orang pilihan, orang terang, orang benar, garam dan terang dunia? Apakah sebutan-sebutan itu cocok untuk kita?

11:17

Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,
11:18walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."
11:19Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Ketika diperintahkan untuk menyembelih anaknya, Abraham tak segan-segan melakukannya. Sebab imannya menyatakan bahwa ELOHIM YAHWEH sanggup membangkitkan orang-orang mati. Tapi orang-orang Kristen yang berkata: "harta ini titipan TUHAN", nyatanya prakteknya justru sebaliknya, yaitu menguasai harta itu sebagai miliknya sendiri. Antara omongan dengan tindakannya tak cocok. Gombal, jadinya.

11:20

Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau.
11:21Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya.
11:22Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya.

Iman Ishak, Yakub dan Yusuf dinyatakan melalui nubuatan-nubuatan mereka, yaitu memprediksikan hari-hari depan. Dari yang dilihat sekarang bisa meramalkan masa mendatang. Mereka mengerti tentang hukum aksi-reaksi dan sebab-akibat. Jika sedari muda menunjukkan karakter kekerasan, maka nubuatannya adalah jalan kekerasan. Sebab apa yang dipelihara itu akan menjadi kebiasaan yang semakin lama semakin sulit dikendalikan, bahkan karena dipelihara, tidak merasa bersalah, tidak menganggap sebagai dosa, itu akan semakin besar dan berbuah lebat. Demikian halnya dengan gereja-gereja yang sudah meninggalkan ajaran Al Kitab. Sekalipun sudah jauh menyimpang tapi mereka masih menganggap dan merasa diri kudus. Dosa menjadi kenikmatan, bahkan berbalik menganggap kebenaran sebagai kesesatan.

Hos. 11:7Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.


11:23Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.

Ketika Musa lahir ada perintah firaun supaya membunuhi bayi laki-laki Israel. Tapi ibu Musa menyembunyikan di atas air di sungai Nil. Itu adalah langkah berani ibu Musa melanggar titah raja. Tentu itu ada pertimbangan dan perhitungannya, bukan sekedar nekad. Sebab mereka orang asing di negeri Mesir sehingga konsekwensinya pasti lebih keras jika ketahuan firaun. Tapi keelokan bayi Musa membuat ibunya berani menghadapi resiko. Iman ibu Musa didasarkan pada keelokan.

Bagaimana dengan orang-orang Kristen, apakah anda bisa melihat keelokan Kristen, keelokan YESHUA ha MASHIA, keelokan Al Kitab, dan keelokan kebenaran sehingga itu menggerakkan keberanian anda untuk berpihak, berpijak dan mempertahankannya sebagai harta yang berharga?

11:24Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,

Musa mengetahui riwayat hidup nenek-moyangnya; Abraham, Ishak dan Yakub, yang beribadah kepada ELOHIM yang hidup, yang Mahakuasa. Musa mengetahui perjanjian-perjanjian yang dibuat ELOHIM YAHWEH kepada nenek-moyangnya dan itu bagi Musa sesuatu yang sangat besar. Musa lebih mengharapkan janji-janji kemuliaan yang diberikan ELOHIM YAHWEH daripada kemuliaan sebagai anak puteri firaun. Bagaimana dengan orang-orang Kristen yang dijanjikan kemuliaan sebagai anak-anak ELOHIM YAHWEH?. Mengapa lebih suka membuat dan membangun kemuliaan sendiri daripada dimuliakan ELOHIM YAHWEH?

11:25karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

11:26Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

Sangat menyedihkan yang demikian itu sudah hilang dari antara orang-orang Kristen. Mereka berpikir semakin lama janji itu digenapi itu semakin hilang dan semakin tidak mungkin tergenapi. Tapi orang yang mengerti berpikir yang sebaliknya, bahwa semakin lama justru semakin dekat dengan waktunya. Karena itu orang yang mengerti justru semakin hari semakin besar semangatnya. Sebab ELOHIM YAHWEH bukan manusia. Jangan perlakukan ELOHIM YAHWEH seperti kelakuan manusia.

11:27Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

Orang beriman melihat yang tidak kelihatan seperti melihat kenyataan. Sama seperti orang laboratorium yang melihat nyata virus-virus melalui mikroskopnya, yang bagi orang lain tak melihatnya. Sama seperti dokter yang memeriksa penyakit pasiennya dengan stetoskop. Sama seperti pengusaha yang melihat suksesnya dari hasil survey-survey. Ketika survey menunjukkan sebuah prospek yang baik, maka pengusaha itu berani menanamkan modalnya. Apa yang tidak kelihatan seolah kelihatan.

11:28Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka.

Paskah Mesir adalah penyelamatan anak-anak sulung Israel dengan pemercikan darah domba di atas pintu rumah mereka, sebab ELOHIM YAHWEH hendak membinasakan setiap anak sulung orang Mesir, yaitu rumah-rumah yang tidak ada tanda darahnya maka anak sulungnya akan mati. Nabi Musa melakukan perintah Paskah itu untuk keselamatan anak sulung Israel. Bagaimana dengan orang-orang Kristen yang tanda keimanannya harus ditandai dengan baptisan selam? Ada berapa puluh juta orang Kristen aliran Protestan yang baptisannya percik?

11:29Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga.

ELOHIM YAHWEH membuat air laut Teberau terbelah dua menyisakan tanah kering untuk penyeberangan orang-orang Israel. Tapi ketika pasukan firaun yang melewatinya air laut itu menutup kembali sehingga mereka mati tenggelam. Nah, jika zaman dulu ELOHIM YAHWEH mempunyai perlakuan yang berbeda terhadap umatNYA dengan yang bukan umatNYA, masakan zaman ini ELOHIM YAHWEH berubah pikiran? ELOHIM YAHWEH yang berubah pikiran atau kita yang menyerupakan diri dengan dunia sehingga kita diperlakukan sama seperti orang-orang lainnya?

11:30Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.

Kalau zaman sekarang untuk meruntuhkan tembok dengan buldozer, zaman dulu bangsa Israel meruntuhkan tembok Yerikho hanya dengan mengelilinginya tujuh hari lamanya. Bagaimana orang Kristen menyelesaikan masalahnya? Dengan jalan damai atau dengan jalan kekerasan? Dengan cara TUHAN atau dengan cara manusia? Dengan kuasa TUHAN atau dengan kekuatan sendiri?

11:31Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.

Rahab adalah perempuan pelacur yang memberikan perlindungan dengan menyembunyikan para mata-mata Israel karena ia tahu bahwa mereka adalah utusan ELOHIM YAHWEH. Seperti apakah orang-orang Kristen memperlakukan hamba-hamba TUHAN? Apakah orang-orang Kristen bisa membedakan mana yang hamba TUHAN dengan mana yang hamba uang? Mana hamba TUHAN yang benar dengan mana yang palsu?

11:32

Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,
11:33yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,
11:34memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.

Di Al Kitab banyak memuat contoh-contoh kebenaran dan keteladanan. Seberapakah orang-orang Kristen yang meneladani tokoh-tokoh kebenaran dalam Al Kitab? Atau justru lebih mengidolakan para artis, pengusaha sukses, orang terkenal, orang jenius, konglomerat, juara-juara, dan lain-lainnya? Lebih paham liku-liku hidupnya Cristiano Ronaldo daripada liku-liku hidupnya raja Daud. Yah, siapakah yang kamu idolakan? Apa kurangnya nabi Harun dibandingkan dengan Vanessa Angel?

11:35Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.

Janda di Sarfat yang anaknya mati dibangkitkan oleh nabi Elia. Janda yang baik hati itu menerima kebajikan dari TUHAN. Tapi tidak semua orang benar menerima upah kebenarannya di dunia ini. Justru jumlahnya lebih banyak orang benar yang membiarkan dirinya hidup dalam kemiskinan, dalam kekurangan, dalam penderitaan dan aniaya, bahkan pembunuhan. Mereka tetap setia dalam penderitaan mereka. Mereka tidak iri hati dengan nasib baik janda di Sarfat. Mereka tidak protes dan menagih janji TUHAN. Apa sebab? Sebab apa yang TUHAN janjikan itu jauh lebih berarti dari segala penderitaan yang mereka alami.

Sama seperti "iman" para pahlawan kemerdekaan, yang melihat nilai-nilai kemerdekaan itu lebih besar dari nyawa mereka. Sama seperti orang-orang jujur yang tidak mau melacurkan kejujurannya dengan kekayaan dan kedudukan. Sama seperti perempuan yang menjaga kesucian tubuhnya. Ada pertimbangan dan perhitungannya sekalipun orang lain menyebutnya kebodohan.

11:36

Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.
11:37Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.
11:38Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

Dunia ini tidak layak bagi orang-orang benar. Sebab seluruh penduduknya menjalankan dosa sehingga kebenaran menjadi sesuatu yang asing. Antara kebenaran dengan kesalahan harus ada pertentangan, harus ada permusuhan. Jangan sampai ada perdamaian antara kebenaran dengan kesalahan. Orang benar harus menentang kesalahan, bukannya membiarkan saja. Sekalipun keluarga atau saudara seiman, jika bersalah harus diingatkan. Harus seperti rasul Paulus yang tidak segan-segan menegur rasul Petrus, sekalipun sama-sama rasulnya, bahkan merupakan seniornya;

Gal. 2:11Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.


11:39Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.

Sekalipun iman mereka menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu benar, namun mereka tidak menuntut upah kebenaran mereka. Tapi orang-orang Kristen masa kini berani menggugat TUHAN sekalipun nyata-nyata mereka bukan pelaku Firman. Mereka menuntut kebaikan TUHAN sekalipun mereka tidak baik pada TUHAN. Mereka menuntut doanya dikabulkan sekalipun nggak pernah ke gereja. Menuntut disenangkan sekalipun tak pernah menyenangkan hati TUHAN. Dan sekalipun para nabi dengan tekun berdoa bertahun-tahun, mereka yang bukan nabi justru menuntut TUHAN bersegera, secepat-cepatnya memenuhi keinginan mereka.

Orang-orang jahatpun yang selayaknya menerima hukuman TUHAN, berani sekali mereka menuntut kebaikan hati TUHAN dan mengancam menjadi atheis jika TUHAN tidak mengabulkan doanya. Kita melihat suatu perbandingan yang jauh sekali bagaikan langit dengan bumi. Yang seharusnya berhak atas kebaikan TUHAN tidak menuntut haknya, sementara yang tidak berhak menerima kebaikan TUHAN justru merasa berhak. Itu 'kan mental perampok?!

11:40Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

Di Perjanjian Baru ELOHIM YAHWEH telah menyediakan YESHUA ha MASHIA untuk kita. Tanpa kita, artinya tanpa Kekristenan, tanpa YESHUA ha MASHIA, orang-orang yang hidup dari Hukum Taurat tidak dapat mencapai kesempurnaan. Semua mata orang-orang Perjanjian Lama, mulai dari Habel sampai ke nabi Zakharia menatap berharap ke masa depan, yaitu pada kematian YESHUA ha MASHIA.

Lukas 11:50

supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,
11:51mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.

Darah orang-orang benar menuntut keadilan, menuntut pembalasan TUHAN terhadap orang-orang jahat. Itu sebabnya TUHAN menghukum orang-orang jahat, sebab DIA adil.

Jika orang-orang Perjanjian Lama bisa hidup dari pengharapan iman mereka akan kehadiran ANAK YAHWEH, kita yang hidup sesudah ANAK YAHWEH itu datang harusnya kita bisa lebih bersyukur karena keselamatan kita sudah nyata tersedia. Iman kita harusnya lebih kuat daripada iman mereka.

Betapa sangat rapuhnya kondisi keimanan kita jika yang nyatapun tak kita percayai. Mereka yang hidup dari impian bisa menunjukkan kekuatan iman mereka, kita yang hidup dari kenyataan harusnya memiliki kwalitas iman yang lebih baik lagi.

Hasil gambar untuk gambar memandang jauh ke depan

Sabtu, 26 Januari 2019

LAHIRLAH BARU MELALUI INJIL IBRANI - 10

IBRANI PASAL 10:

10:1Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Ayat di atas menerangkan dengan sangat jelas, bahwa Hukum Taurat yang berhubungan dengan keselamatan, jelas itu menunjuk ke upacara-upacara Bait Suci, bukan yang menyangkut aturan moral(10 Hukum YAHWEH), bahwa ritual-ritual itu hanyalah bayangan dari penyelamatan yang sesungguhnya. Itu adalah pola yang menuju ke hal yang sesungguhnya, seperti gambar rumah yang diperlukan untuk membangun rumah. Maka setelah rumah itu sudah terbangun, gambar itu sudah tak ada artinya lagi. Begitu pula dengan kambing manakala sudah ketemu YESHUA ha MASHIA, maka kambing itu sudah tak berguna lagi dijadikan sarana keselamatan.

Kolose
2:16Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
2:17semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.
2:18Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,

Ibrani 10:1 mempunyai korelasi dengan Kolose 2:16-18 yang suka dijadikan argumentasi oleh gereja-gereja Minggu untuk meniadakan hari Sabat, karena di ayat 16 disebutkan: "hari Sabat". Tentu saja konteks hari Sabat di sini berbeda dengan hari Sabat di 10 Hukum YAHWEH, sebab disebutkan sifatnya bayangan. Nah, hari-hari Sabat yang bayangan itu yang mana?

Keluaran
34:22Hari raya Tujuh Minggu, yakni hari raya buah bungaran dari penuaian gandum, haruslah kaurayakan, juga hari raya pengumpulan hasil pada pergantian tahun.

Di situ disebutkan "hari raya tujuh Minggu", maksudnya: seminggu atau 7 hari. Pertanyaan saya: apakah Al Kitab mengenal 7 hari sebagai "seminggu?" Tidak! Al Kitab menamai seminggu itu sesabat;

Kis. 1:12Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.

Jadi, "hari raya tujuh Minggu" harusnya adalah: "hari raya tujuh Sabat". Di Perjanjian Baru saja disebut: "sesabat", masak di Perjanjian Lama disebut: "seminggu?" Ini perlu kita kritisi, perlu kita pertanyakan kepada lembaga penerjemahan, sebab orang Yahudi apakah mengenal hari Minggu sebagai suatu hari yang penting di antara 7 hari? Hari Minggu sebagai Ahad atau hari pertama mereka kenal. Tapi sebagai kesatuan waktu 7 hari tidak mungkin mereka menyebutnya "seminggu".

10:2Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.
10:3Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa.

Kalau saja ritual-ritual Bait Suci yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi Perjanjian Lama itu menyelamatkan, mengapa ritual-ritual itu harus diulang-ulang setiap tahun? Tapi peringatan setiap tahun itu memberitahukan bahwa mereka masih belum membereskan dosa. Apa sebab Hukum Taurat belum menyelamatkan?

10:4Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.

Tidak mungkin binatang menyelamatkan manusia. Tidak mungkin yang lemah menyelamatkan yang lebih kuat. Yang benar adalah yang kuat menyelamatkan yang lemah.

10:5Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku--.
10:6Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.
10:7Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku."

Rasul Paulus mengutip dari kitab Mazmur;

Mazmur
40:6(40-7) Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
40:7(40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
40:8(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."


Ketika bapak memegang sebatang kayu, sang anak mengerti bahwa bapaknya membutuhkan gergaji. Anak memahami bahasa isyarat bapaknya. Demikian pula dengan YESHUA ketika melihat BAPANYA menyembelih kambing, YESHUA paham bahwa itu tidak mungkin menyelamatkan. Sebab manusia yang berbuat dosa, ya harus manusia itu pula yang dihukum. Masakan domba yang dihukum sebagai ganti nyawa manusia? YESHUA merasa terpanggil untuk menggantikan domba dan kambing itu.

10:8Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--.

Sekalipun yang mengatur korban-korban itu Firman ELOHIM YAHWEH sendiri(Hukum Taurat), bukan karangan nabi Musa. Tetap saja tidak berlaku karena ELOHIM YAHWEH masih mempunyai rancangan perjanjian yang baru. Masih ada kelanjutannya.

10:9Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.

Yang pertama dihentikan untuk menegakkan yang kedua.

10:10Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

"Dikuduskan sekali untuk selama-lamanya" bukan berarti sekali selamat seterusnya selamat, bukan berarti sekalipun berbuat dosa tetap selamat, tapi ritual pengorbanan YESHUA itu cukup sekali dilakukan namun khasiatnya untuk selama-lamanya.

10:11Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa.
10:12Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,
10:13dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya.
10:14Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.
10:15Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita,
10:16sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,
10:17dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."

ELOHIM YAHWEH menghendaki kita menyembahNYA sebagai kebutuhan kita, bukan sebagai kebutuhan TUHAN. Sebab jika Hukum Taurat yang memaksa Israel beribadah kepada ELOHIM YAHWEH itu mengesankan seolah-olah ELOHIM YAHWEH yang membutuhkan kita, di Perjanjian Baru ROH KUDUS akan menerangi hati kita supaya kita melihat suatu kebutuhan untuk beribadah kepadaNYA.

Perjanjian Baru mendewasakan kita dari pikiran kanak-kanak.

Mari kita renungkan mengapa kita menghormati orangtua. Apakah karena orangtua membutuhkan kita hormati atau karena kita merasa perlu menghormati mereka? Kebutuhan siapa?

10:18Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.

Kalau kita melirik ke ajaran Islam, ALLAH mereka sebut Mahapengampun. Itu sebabnya mereka tidak mengenal korban karena dosa. Setiap dosa selesai dengan pengampunan saja. Tapi ALLAH Islam berbeda dengan ELOHIM YAHWEH. ELOHIM YAHWEH selain disebut Mahapengasih juga mempunyai sisi lain yaitu Mahapendendam;

Keluaran
34:6Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,
34:7yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."

Setiap kesalahan akan dikejarNYA sampai ke anak cucu. Terhadap orang benar DIA akan memberikan pahala yang berlipat-lipat, tapi terhadap orang yang bersalah DIA akan menghukum secara berlipat ganda pula. Itu sebabnya jalan damainya adalah korban, sama seperti kita membayar suap polisi yang menilang kita. Setiap pelanggaran lalulintas ada denda yang harus kita bayar. Tanpa membayar denda tak ada perdamaian. Mengapa perlu diberlakukan denda? Supaya menimbulkan efek jera. Sebab TUHAN tidak suka kita berlangganan dosa.

10:19Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

Kalau kita membayar tiket pertunjukan sepakbola, maka bangku di podium adalah seperti milik kita. Kita "berkuasa" untuk masuk stadion sepakbola. Nah, oleh darah YESHUA kita menjadi berani menghadap hadirat ELOHIM YAHWEH. Kita berani berdoa langsung kepada ELOHIM YAHWEH;

Yohanes
14:6Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


10:20karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
10:21dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.
10:22Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
10:23Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

Oleh darah ELOHIM YESHUA kita menjadi mempunyai kepastian keselamatan. Kita mempunyai bukti karcis masuk stadion sepakbola. Keselamatan kita jelas, bukan "mudah-mudahan" lagi.

Apakah anda Kristen? Pasti selamat, asalkan anda mempunyai ciri-ciri sebagaimana yang disebutkan Al Kitab. Kristen sejati, ya selamat. Kristen palsu, masak selamat?! Silahkan anda jawab sendiri dengan nalar sehat anda.

10:24Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

Bukti bahwa kita sudah beres dengan TUHAN adalah kasih. Kita tidak lagi memikirkan kepentingan diri sendiri melainkan memikirkan kepentingan orang lain. Kita dipikirkan TUHAN, kita memikirkan sesama.

10:25Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
10:26Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
10:27Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
10:28Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.
10:29Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?
10:30Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya."

ELOHIM YAHWEH adalah Penuntut balas. Kita perlu berhati-hati terhadap setiap kesalahan. Jangan anggap enteng didikan TUHAN;

Ibr. 12:5Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;


10:31Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.

Beruntunglah kalau allahmu itu patung batu atau patung kayu, sebab pasti takkan bisa menghajar kamu. Tapi kalau ELOHIM-mu ELOHIM yang hidup, celakalah jika kamu berbuat salah.

10:32Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat,

Menguasai itu membutuhkan perjuangan yang berat sebab kita harus melawan kuasa yang ada. Kejahatanpun untuk menguasai kebenaran juga membutuhkan perjuangan yang besar. Dulu, menjadi banci, homoseks dan lesbian itu akan dimusuhi masyarakat. Kita akan dikucilkan dan dianggap sampah. Betapa beratnya perjuangan melegalkan banci, homoseks dan lesbian. Tapi kini mereka sudah nyaman berada di tengah-tengah kita. Mereka sudah merasa wajar, tak lagi merasa bersalah.

Sebaliknya, ketika kebenaran harus melawan kesalahan juga memerlukan perjuangan yang besar dan berat. Coba, di zaman ini betapa mustahilnya untuk meniadakan banci, homoseks, lesbian dan praktek korupsi. Penyidik KPK; Novel Baswedan disiran air keras matanya. Barusan, rumah pimpinan KPK dilempari bom molotov. Semuanya sama seperti beratnya perjuangan kemerdekaan Indonesia. Karena itu berbahagialah kalau kamu menang melawan kesalahan. Tapi menangislah kalau kalah. Sebab ELOHIM YAHWEH pasti akan menghukum orang-orang yang kalah.

10:33baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian.
10:34Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya.

Oh, apakah imanmu goyah oleh tantangan duniawi ini?! Jangan padamkan semangatmu untuk bertahan dalam imanmu yang sudah benar itu. Sebab apa yang tertulis dalam Al Kitab ini pasti akan digenapi.

10:35Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
10:36Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Lakukan dulu kehendak ELOHIM YAHWEH, baru upah akan diberikan. Kerja dulu baru upah.

10:37"Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.
10:38Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."
10:39Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Orang benar akan bersandar pada imannya. Semakin kuat imannya semakin disayang TUHAN. Tapi semakin rapuh akan semakin dibenci TUHAN. Sebab dasar keselamatan kita adalah iman. Tanpa iman tak mungkin diselamatkan.


Minggu, 20 Januari 2019

LAHIRLAH BARU MELALUI INJIL IBRANI - 9

IBRANI PASAL 9:

9:1Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia.

Hukum Taurat memang mengandung janji keselamatan. Tapi itu harus dilanjutkan sampai pada iman kepada YESHUA ha MASHIA. Keselamatan dalam Hukum Taurat itu seperti cek yang baru bisa diuangkan pada tanggal jatuh temponya. Itu sebabnya ketika mati, YESHUA ha MASHIA mengabarkan Injil kepada orang-orang mati yang beriman kepada Hukum Taurat;

Yoh. 5:25Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.

Matius
27:51Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
27:52dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
27:53Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

1Ptr. 4:6Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.


9:2Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus.
9:3Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus.

Dalam Bait Suci terbagi dalam 2 ruangan; ruangan suci dan ruangan mahasuci. Pelayanan imam Lewi sebatas di ruangan suci, sedangkan yang boleh masuk ke ruang mahasuci hanya imam besar. Itupun hanya setahun sekali.

Ruangan suci menggambarkan dunia atau Perjanjian Lama, sedangkan ruangan mahasuci menggambarkan sorgawi atau Perjanjian Baru. Kedua hal itu harus dilengkapi untuk keselamatan kita; Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, antara Taurat dengan Injil. Mereka yang di Perjanjian Lama harus "menunggu" munculnya Perjanjian Baru, sedangkan kita yang di Perjanjian Baru jangan melupakan dasar-dasar yang telah diletakkan di Perjanjian Lama. Orang-orang Yahudi jangan merasa sudah cukup, orang-orang Kristen jangan merasa sombong.

Perjanjian Lama itu aturan-aturan tertulis, sedangkan Perjanjian Baru itu kesadaran. Bahwa lahirnya kesadaran itu dari tata tertib yang diajarkan.

Pada mulanya seorang ibu memberi perintah kepada anak-anaknya supaya membersihkan tempat tidur. Tono dan Tini sama-sama menerima perintah itu. Tapi kesadaran mereka berbeda. Tini setiap hari membersihkan tempat tidurnya tanpa disuruh, sedangkan Tono baru melaksanakan tugas itu setelah dimarahi ibunya berkali-kali. Jadi, kesadaran Tini timbul lebih dahulu daripada Tono. Tono termasuk bebal.

Karena itu omong kosong ada orang Kristen bisa penuh ROH KUDUS tanpa memahami dasar-dasar dari Hukum Taurat. Itulah orang-orang Pantekosta yang berlagak tahu.

9:4Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,

Di ruang mahasuci terdapat mezbah pembakar ukupan, tabut perjanjian, buli-buli berisi roti manna, tongkat Harun dan loh-loh batu 10 Hukum YAHWEH. Semua itu ditempatkan di ruang mahakudus. Artinya untuk konsumsi orang-orang Perjanjian Baru atau Kristen dan akan dijadikan untuk penghakiman kita nantinya;

Daniel 7:10suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.

Why. 20:12Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

Bagaimana bila kedapatan anda melalaikan Hukum YAHWEH yang ke-4? "Ingatlah, dan kuduskanlah hari Sabat".

9:5dan di atasnya kedua kerub kemuliaan yang menaungi tutup pendamaian. Tetapi hal ini tidak dapat kita bicarakan sekarang secara terperinci.

Kerub kemuliaan yang berdiri di atas tutup pendamaian menggambarkan stempel atau meterai ELOHIM YAHWEH yang seolah berkata: "Jangan main-main dengan Firman ELOHIM YAHWEH".

9:6Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka,
9:7tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar.

Imam Besar masuk ke bilik mahasuci setiap tanggal 22 Oktober, di hari pendamaian(grafirat) berdasarkan penanggalan Yahudi.

9:8Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada.

YESHUA ha MASHIA itulah yang mengakhiri masa Perjanjian Lama. Kini kita diajak hidup menyembah ELOHIM YAHWEH dalam kebenaran. Kita menyembah ELOHIM YAHWEH bukan lagi berdasarkan aturan-aturan tapi berdasarkan kesadaran. Di sinilah kita dimanusiakan supaya tidak lagi seperti robot Yahudi yang hidup dari huruf-huruf mati;

Mat. 23:23Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Yoh. 5:39Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,


9:9Itu adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka,
9:10karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan.

Hukum Taurat itu hanya untuk sementara waktu saja. Menyembah ELOHIM YAHWEH berdasarkan ritual-ritual Taurat hanya membuat ELOHIM YAHWEH merasa muak dan murka; sebab Hukum Taurat mengijinkan orang menyembah ELOHIM YAHWEH tanpa ketulusan dan kesadaran. Tapi Perjanjian Baru tidak lagi mengijinkan orang menyembah ELOHIM YAHWEH secara sembarangan; tanpa jiwa.

Rm. 4:15Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.

Datang ke gereja sebagai kewajiban, bukan sebagai kebutuhan, seolah ELOHIM YAHWEH yang membutuhkan anda, bukannya anda yang membutuhkan ELOHIM YAHWEH?????? Itu sudah tak laku sekarang.

Yesaya
1:11"Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.
1:12Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?


9:11Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
9:12dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
9:13Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
9:15Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Ayat 14 menerangkan bahwa YESHUA mati itu untuk ELOHIM YAHWEH. Bahwa DIA menjalankan perintah ELOHIM YAHWEH untuk menyelamatkan kita dengan darahNYA. Karena itu YESHUA ha MASHIA bukanlah ELOHIM YAHWEH, sebagaimana ajaran trinitas.

9:16Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu.
9:17Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup.
9:18Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah.

Perjanjian Lama yang hanya disahkan dengan darah hewan itu belumlah kuat, jika belum darah YESHUA ha MASHIA. Sebab upah dosa adalah maut. Manusia yang berdosa, ya dialah yang harus mati. Mengapa hewan yang dikorbankan?! Tapi jika setiap orang dihukum mati karena dosanya, maka siapakah yang hidup? Siapakah yang diselamatkan? Buat apa agama diajarkan jika tidak ada keselamatan? Karena itu YESHUA yang tidak berdosa datang sebagai Manusia, untuk mewakili manusia yang berdosa mati di hadapan ELOHIM YAHWEH, supaya setiap orang yang beriman kepada YESHUA menerima keselamatan.

DIA yang tidak dapat binasa dibinasakan supaya kita yang seharusnya binasa dihidupkan. Kematian kita digantikan oleh DIA yang tidak bisa mati. - DIA mati tapi DIA juga bangkit.

9:19Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat,
9:20sambil berkata: "Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu."
9:21Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah.
9:22Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan

Jika kotoran dibersihkan dengan air, dosa dibersihkan dengan darah. Sebab di dalam darah itulah nyawa makhluk hidup.

Im. 17:11Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.


9:23Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu.
9:24Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.
9:25Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.
9:26Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.
9:27Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
9:28demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Setelah datang sebagai Manusia yang menanggung dosa dunia, yang membuatNYA disalibkan, kelak DIA akan datang kembali sebagai ANAK ELOHIM YAHWEH yang Mahakuasa, yang menyiapkan upah kepada setiap orang.

Wahyu
1:7Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
1:8"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

Hasil gambar untuk gambar kedatangan yesus

Rabu, 16 Januari 2019

LAHIRLAH BARU MELALUI INJIL IBRANI - 8

IBRANI PASAL 8:

8:1Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,

Rasul Paulus menegaskan kepada orang-orang Yahudi bahwa YESHUA ha MASHIA itu lebih besar daripada nabi Musa. Sebab nabi Musa sendiri berkata-kata tentang YESHUA ha MASHIA bahwa perkataanNYA-lah yang harus lebih kita dengarkan;

Ulangan 18:15Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Kesaksian YESHUA tentang nabi Musa;

Yoh. 5:46Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.


8:2dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.

Jika nabi Musa melayani ibadah di Bait Suci duniawi, YESHUA melayani ibadah di Bait Suci sorgawi. Bait Suci yang didirikan oleh ELOHIM YAHWEH sendiri, bukan buatan manusia;

Why. 11:19Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.


8:3Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan.

Jika imam besar duniawi membawa persembahan korban hewan, sebab tak ada manusia yang lebih suci daripada hewan, YESHUA ha MASHIA mempersembahkan DiriNYA sendiri, sebagai ANAK YAHWEH yang tak bercacat-cela.

8:4Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat.

Jika YESHUA ha MASHIA tetap berada di dunia, maka apalah artinya jika di dunia sudah ada imamnya.

8:5Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

Justru para imam besar itu melakukan pelayanan ibadahnya menurut contoh yang YESHUA ha MASHIA berikan dari Bait Suci yang di sorga. Mereka hanya memberikan gambaran atau bayangan tentang ritual-ritual yang sebenarnya yang YESHUA ha MASHIA lakukan.

Firman ELOHIM YAHWEH kepada nabi Musa;

Kel. 25:40Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."


8:6Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.
8:7Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.

Semua ritual-ritual Bait Suci yang diperankan para imam Lewi itu bukanlah yang sempurna. Karena itu ELOHIM YAHWEH membuat perjanjian baru untuk menggantikan perjanjian yang lama.

8:8Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,
8:9bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan.
8:10"Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
8:11Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
8:12Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."

Rasul Paulus mengutip dari kitab Yeremia;

31:31Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
31:32bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
31:33Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
31:34Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."

Hukum Taurat itu hanyalah Sekolah Dasarnya, sedangkan Perjanjian Baru di dalam YESHUA ha MASHIA itulah Sekolah Tingginya. Di Perjanjian Barulah ajaran-ajaran JALAN TUHAN yang sebenarnya. Jika Perjanjian Lama itu kulit, Perjanjian Baru itulah isinya.

8:13Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

Jadi, bangsa Yahudi harus menanggalkan segala ajaran Perjanjian Lamanya dan beralih ke Perjanjian Baru sepenuhnya. Jangan lagi membahas sunat, makanan haram, dan lain-lainnya yang mengunggul-unggulkan ajaran nabi Musa yang sudah kadaluarsa masa berlakunya. Bangsa Yahudi harus legawa menerima kenyataan bahwa keistimewaan mereka sudah berakhir. Mereka sudah diperlakukan sama seperti bangsa-bangsa lainnya. Keselamatan ditentukan berdasarkan iman, bukan berdasarkan ras.

Hasil gambar untuk gambar salib


LAHIRLAH BARU MELALUI INJIL IBRANI - 1


LAHIRLAH BARU MELALUI INJIL IBRANI - 2


LAHIRLAH BARU MELALUI INJIL IBRANI - 3


LAHIRLAH BARU MELALUI INJIL IBRANI - 4