Rabu, 27 Februari 2019

ALASAN MENOLAK KITAB DEUTEROKANONIKA

Penulisan "Alkitab" yang benar adalah: al Kitab atau Al Kitab. "Al" boleh dituliskan dengan huruf kecil sebab dalam bahasa Arab merupakan awalan yang memiliki pengertian sebuah atau sesuatu, sedangkan "Kitab" artinya adalah buku. Karena artinya "sebuah buku" maka al Kitab bisa diartikan umum terhadap buku-buku apa saja termasuk kitabsuci-kitabsuci agama lain. Bahkan Al Qur'an sendiri suka disebut sebagai Al Kitab juga.

Saya tidak tahu apa alasan Lembaga Alkitab Indonesia menuliskan al Kitab secara digandeng: "Alkitab", sehingga sebenarnya itu tak mempunyai arti yang jelas. Tapi jika dimaksudkan sebagai bentukan kata baru untuk menandai Kekristenan, ya boleh-boleh saja, sehingga jika "al Kitab" berarti sebuah buku, sedangkan jika "Alkitab" artinya kitabsuci Kristen. Cuma, apakah itu mendidik jika status LAI sebagai lembaga penerjemah yang seharusnya menggunakan kosakata yang sudah tersedia, tapi LAI menciptakan kosakata baru yang belum tersedia di kamus?

Al Kitab itu terdiri dari 2 bagian: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama menunjuk pada agama Yahudi, sebab bangsa Yahudi menolak ajaran YESHUA ha MASHIA, sedangkan Perjanjian Baru menunjuk pada agama Kristen. Nah, kalau kita membuka kamus, kata: "Alkitab" itu diartikan sebagai kitabsuci Kristen, sementara kalau kita membuka kitab rasul Perjanjian Baru, mereka menyebut kitab-kitab Perjanjian Lama juga sebagai "Alkitab". Jadi, menurut kamus Alkitab adalah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, sementara menurut para rasul Perjanjian Lama saja sudah disebut Alkitab.

Saya yakin orang Yahudi pasti menolak Alkitabnya disebut Perjanjian Lama, sebab itu menyatakan pincang atau tidak sempurna. Kalau ada yang "lama" berarti ada yang "baru", lalu mana yang :"baru?" Mereka pasti lebih suka disebut: "Alkitab" tanpa embel-embel keterangan: "Perjanjian" atau "Testament". Karena itu pembentukan kata baru: "Alkitab" dari yang seharusnya: "al Kitab" sebenarnya bisa memancing perdebatan seru antara Yahudi dengan Kristen. Tapi kalau menurut aslinya: "al-Kitab" yang berarti sebuah kitab maka tak mungkin akan diperdebatkan. Kalau saya, ijinkan menuliskannya: "Al Kitab" sebagai tanda kedua kata itu berkaitan, supaya "al" huruf kecil tidak dikira kata-kata yang lain.

Al Kitab Kristen itu terdiri dari 2 bagian: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, menerangkan bahwa program keselamatan orang-orang Kristen itu didasarkan pada perjanjian atau kesepakatan antara ELOHIM YAHWEH dengan Abraham, dan perjanjian itu disahkan dengan tanda sunat. ELOHIM YAHWEH menyuruh Abraham menandai keturunannya dengan sunat, bahwa ELOHIM YAHWEH mengadakan perjanjian keselamatan itu dengan keturunan Abraham, yaitu orang-orang yang bersunat.

Perjanjian ELOHIM YAHWEH dengan Abraham itu ditindaklanjuti oleh ELOHIM YAHWEH dengan langkah-langkah membuatkan tata tertib bagi kebangsaan Yahudi yang disampaikan oleh nabi Musa, yang kita kenal sebagai 5 kitab Taurat nabi Musa. "Taurat" itu artinya peraturan.

Jika sunat sebagai tanda keterikatan terhadap perjanjian, ELOHIM YAHWEH menyeleksi keselamatan mereka dengan tanda darah domba sebagai tanda imannya. ELOHIM YAHWEH menguji iman Abraham dengan perintah supaya menyembelih anaknya: Ishak, dan ternyata Abraham mentaatinya. Tapi ELOHIM YAHWEH menunda penyembelihan Ishak itu dengan gantinya domba. Ishak baru benar-benar disembelih melalui penyaliban YESHUA ha MASHIA.

Jika Abraham "menyembelih" Ishak sebagai tanda ketaatannya pada ELOHIM YAHWEH, maka ELOHIM YAHWEH menunjukkan kasihNYA kepada dunia dengan "menyembelih" ANAKNYA: YESHUA ha MASHIA. Dengan kematian YESHUA ha MASHIA maka penyembelihan kambing-domba yang semula dimaksud sebagai gantinya Ishak sudah selesai. Kita harus menganggap Ishak sudah tersembelih sehingga tidak perlu kambing-domba lagi. Ishak sudah dilakonkan YESHUA ha MASHIA, maka tak usah lagi peran kambing-domba.

Zaman di mana bangsa Israel menyembelih kambing-domba itulah yang merupakan bagian pertama atau tepatnya: Perjanjian Lama, sedangkan kematian YESHUA ha MASHIA merupakan bagian yang kedua atau tepatnya: Perjanjian Baru. Zaman Perjanjian Lama meliputi zaman nabi Musa, tahun 1500 Sebelum Masehi atau 1500 tahun sampai penyaliban YESHUA, sedangkan zaman Perjanjian Baru dimulai tahun 31 Tarikh Masehi, ketika YESHUA disalibkan sampai pada kedatanganNYA yang kedua kali kiamat nanti. Zaman Perjanjian Lama suka disebut sebagai zaman pemerintahan BAPA YAHWEH, sedangkan Perjanjian Baru sebagai zaman pemerintahan ANAK YAHWEH atau YESHUA ha MASHIA.

Jumlah kitab-kitab Perjanjian Lama = 39 kitab, jumlah kitab-kitab Perjanjian Baru = 27 kitab, sehingga dalam Al Kitab Kristen jumlahnya = 66 kitab. Posisi ini sama dengan posisi kitab nabi Yesaya, bagian pertama 39 pasal, bagian kedua mulai pasal 40-66 atau 27 pasal. Itu sebabnya kitab Yesaya merupakan miniaturnya Al Kitab.

Kitab-kitab Perjanjian Lama yang kita miliki sekarang ini bersumber dari TANAKH atau Al Kitab Ibrani. TANAKH merupakan singkatan dari: Taurat, Nevi'im dan Ketuvim. Taurat adalah 5 kitab nabi Musa, Nevi'im adalah kitab-kitab yang ditulis oleh para nabi, sedangkan Ketuvim adalah tulisan-tulisan yang bukan nabi, seperti kitab Tawarikh, Ezra dan Nehemia. Sekalipun Ketuvim bukan nabi namun diyakini diilhamkan oleh Ruach ha Kodesh (ROH KUDUS).

Jadi, bangsa Yahudi mempunyai 3 kitab, yaitu: Taurat, Nevi'im dan Ketuvim. Pembagiannya berdasarkan status, sedangkan Perjanjian Lama Kristen penyusunannya berdasarkan kronologis zamannya. Karena itu komposisinya berbeda tapi isinya sama. Karena itu Perjanjian Lama = TANAKH.

Keberadaan TANAKH ya sepanjang masa, artinya ada semenjak ada, dimulai dari zaman nabi Musa lalu bertambah satu demi satu mengikuti perkembangannya. Jika yang datang nabi maka dimasukkan ke Nevi'im, jika bukan nabi ditumpukkan ke Ketuvim. Berbeda dengan Al Kitab versi Septuaginta yang baru muncul di tahun 300 Sebelum Masehi atau 300 tahun sebelum YESHUA lahir.

Septuaginta dari bahasa Latin(Romawi) yang artinya tujuh puluh. Sebab Al Kitab itu disusun oleh para cendekiawan Yahudi berjumlah sekitar 70 orang, yang menterjemahkan kitab-kitab berbahasa Ibrani ke bahasa Yunani dengan maksud supaya bangsa Yahudi yang di perantauan yang sudah tidak fasih berbahasa Ibrani bisa membacanya. Karena mereka dari kalangan cendekiawan, mereka berusaha bersikap netral, bersikap tidak mau menghakimi siapapun. Karena itu segala kitab selain TANAKH, sekalipun menimbulkan perdebatan di kalangan rabbi-rabbi Yahudi, tetap saja mereka gabungkan sebagai Al Kitab berbahasa Yunani, yaitu: Septuaginta. Dan karena semua kitab-kitab yang ada mereka comot, maka jumlah kitab-kitabnya lebih banyak dari kitab TANAKH. Jadi, Septuaginta adalah TANAKH ditambah dengan kitab-kitab lainnya.

Karena Septuaginta sudah ada 300 tahun sebelum YESHUA ha MASHIA, maka orang-orang yang pro Septuaginta mengklaim bahwa YESHUA ha MASHIA memakai atau membaca kitab Septuaginta. Tapi logika mengatakan bahwa itu tidak mungkin, sebab TANAKH dengan Septuaginta itu berbeda jalur. TANAKH dari kalangan rabbi sedangkan Septuaginta dari kalangan cendekiawan. Para rabbi Yahudi berpegang pada kanon Yahudi, yaitu TANAKH saja, menolak kitab-kitab yang mereka anggap meragukan asal-usulnya. Karena itu Septuaginta tidak mungkin berada di dalam sinagoga, tidak mungkin berada di gereja, tidak mungkin berada di peribadatan resmi. Septuaginta beredarnya di luaran, kalau sekarang di toko-toko buku.

Dari antara para rasul, rasul yang agak liberal adalah rasul Paulus. Saya yakin rasul Paulus kesusupan pengaruh dari Al Kitab Septuaginta, kalau kita menilik tulisannya ini:

1Korintus
15:28Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
15:29Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal?
15:30Dan kami juga--mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya?

Perhatikan ayat 29: Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal?

Rupanya rasul Paulus kurang cermat dengan fenomena yang terjadi di Kekristenan bahwa ada orang-orang yang membaptiskan dirinya untuk orang mati. Misalkan saya minta dibaptiskan lagi untuk dan atas nama ayah-ibu saya yang sudah meninggal yang belum Kristen. Apa mungkin orang mati bisa beriman, jika baptis adalah tanda iman? Jelas itu ajaran yang menyesatkan sekali. Rasul Paulus harusnya menentang praktek seperti itu bukannya malah dijadikan ilustrasi seperti itu.

Rasul Paulus mengutip kalimat itu dari 2Makabe 12:44: "karena jika dia tidak mengharapkan orang-orang mati bangkit kembali, maka merupakan kesia-siaan dan kebodohan untuk berdoa bagi orang-orang yang sudah mati"

Kitab-kitab Septuaginta mengalami perkembangan dari waktu ke waktunya. Semula berjumlah 51 kitab, lalu menjadi 48 kitab, dan sekarang tinggal 46 kitab dibandingkan dengan Perjanjian Lama Kristen yang 39 kitab, maka ada perbedaan 7 kitab. Bagi orang Roma Katolik yang Al Kitabnya bersumber dari Septuaginta, ke-7 kitab itu mereka sebut sebagai kitab-kitab Deuterokanonika, yang artinya kitabsuci kedua atau kelas 2. Tapi bagi orang-orang Kristen ke-7 kitab itu disebut sebagai Apokrifa atau kitab-kitab yang meragukan. Jadi, Roma Katolik menyebutnya Deuterokanonika, Kristen menyebutnya Apokrifa.

Ke-7 kitab Apokrifa itu adalah:



1. Yudit
2. Tobit
3. I Makabe
4. II Makabe
5. Kebijaksanaan
6. Sirakh
7. Barukh.
 

Apa sebab kitab-kitab itu kita sebut Apokrifa? Sebab isinya banyak kesalahan dan jika disatukan dengan Al Kitab bisa menjadi pertentangan atau racun. Misalnya:

Yudit 1:1,7 dan 11 menyebut Nebukadnezar sebagai raja Asyur di Niniwe. Padahal Nebukadnezar adalah raja Babel.



Tobit 4:10 - “Memang sedekah melepaskan dari maut dan tidak membiarkan orang masuk ke dalam kegelapan”.

Tobit 12:9 - “Memang sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa”.

Tobit 14:10-11a - “Nak, ingatlah kepada apa yang telah diperbuat Nadab kepada bapa pengasuhnya, yaitu Ahikar. Bukankah Ahikar hidup-hidup diturunkan ke bagian bawah bumi? Tetapi Allah telah membalas kelaliman Nadab ke atas kepalanya sendiri. Ahikar keluar menuju cahaya, sedangkan Nadab turun ke kegelapan kekal, oleh karena ia telah berusaha membunuh Ahikar. Karena melakukan kebajikan maka Ahikar luput dari jerat maut yang dipasang baginya oleh Nadab. Sedangkan Nadab jatuh ke dalam jerat maut yang juga membinasakannya. Makanya anak-anakku, camkanlah apa yang dihasilkan oleh sedekah dan apa yang dihasilkan oleh kelaliman”.

Sirakh 3:3 - “Barangsiapa menghormati bapanya memulihkan dosa”.
 

Padahal kita diselamatkan oleh kasih karunia bukan oleh perbuatan kita. YESHUA ha MASHIA yang menyelamatkan kita, bukan usaha kita. Jika amal bisa menyelamatkan, maka tak perlu JURUSELAMAT. Jika amal bisa menyelamatkan maka kita harus mencari duit bukan mencari YESHUA ha MASHIA. Bahkan bila perlu nggak perlu ELOHIM YAHWEH, sebab orang agama apa saja bisa melakukan itu.

Dan salah satu bukti Al Kitabiah bahwa YESHUA ha MASHIA berpegang pada TANAKH adalah;

Lukas 24:44Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

Taurat, Nevi'im(nabi-nabi) dan Mazmur(Ketuvim/tulisan-tulisan).

Gambar terkait

Minggu, 24 Februari 2019

MENJADI TERANG DI KOTA EFESUS - 6

EFESUS PASAL 6:

1.
6:1Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
6:2Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
6:3supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
6:4Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Tentang hubungan orangtua-anak, rasul Paulus mendahulukan nasehat untuk anak-anak. Sebab tak ada orangtua yang marah-marah kalau tidak disebabkan oleh kenakalan anak-anak. Dan anak-anak yang menerima ajaran TUHAN diharapkan menjadi anak-anak yang baik, anak-anak yang terpuji, sebab TUHAN tak pernah mengajarkan yang tidak benar. Jadi, kunci keharmonisan hubungan orangtua-anak terletak pada anak-anak.

Kalau ayah dengan ibu sebagai suami-istri bisa terlibat pertengkaran yang tidak jelas, yang tidak diketahui siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi kalau orangtua dengan anaknya bisa dipastikan yang menciptakan permasalahan adalah anak-anaknya. Karena itu para orangtua harus memberikan pelajaran Al Kitab kepada anak-anaknya, supaya sejak dini anak-anak terlatih kerohaniannya;

Ul. 6:7haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Penuhi segala waktu anak-anak dengan ajaran TUHAN. Sebab kenakalan anak-anak akibat dari pergaulan luas di sekolah atau di luar rumah. Sama seperti air di panci akan selalu panas selama berada di atas kompor. Tapi begitu terputus dari sumber panas, maka air itupun semakin lama semakin dingin.

Kita harus jujur mengakui kerusakan moral bangsa ini adalah akibat kesalahan pendidikan. Anak-anak kita jejali dengan ilmu matematika, fisika dan kimia, sehingga di ilmu-ilmu itu kita memang mahir. Kita semua sarjana; S1, S2 dan S3 di ilmu-ilmu itu. Tapi soal keagamaan nol besar sekali. Dan oleh ilmu matematikalah semua orang berlomba-lomba menjadi pegawai negeri dan anggota parlemen, sebab di sana menjanjikan keuntungan yang besar.

Para orangtua lebih suka melihat anak-anaknya menjadi direktur daripada menjadi "pendeta". Dan jika menjadi pendetapun yang diperhitungkan adalah gajinya. Daripada menganggur jadi pendeta. Daripada jadi pegawai negeri, penghasilan pendeta sekarang besar-besar. Jadi, di sinipun kependetaan hanyalah sekedar sebutannya, sedangkan yang menjadi tujuannya tetap saja: "keuntungan" atau "Mamon" - dewa uang.

Yah, gara-gara ilmu matematika, fisika dan kimialah kerusakan moral terjadi di semua bidang.

Ketika bayi ibu menyenandungkan lagu: "Satu dua, tiga empat lima enam, tujuh delapan, Siapa rajin kesekolah, Cari ilmu sampai dapat. Sungguh senang. Amat senang. Bangun pagi pagi Sungguh senang".

Kita diajari berhitung: 1, 2, 3, 4, dan seterusnya. Kita bangun pagi-pagi untuk sekolah, bukan untuk TUHAN. Dan ketika saya mempunyai anak, sayapun menyenandungkan lagu itu ke anak-anak saya. Sebab apa-apa yang sudah membiasa itu yang paling gampang dipraktekkan. Dari keturunan ke keturunan syair lagu itulah yang kita wariskan, bukan Ulangan 6:7. Nah, siapakah yang mau menginjak rem sekarang juga? Siapakah yang mau mengakhiri syair lagu itu? Siapakah yang merindukan anak-cucunya menjadi penginjil, bukannya direktur?!

Setelah kepada anak-anak, rasul Paulus ganti menasehati para orangtua supaya ketika memarahi anak-anaknya yang nakal jangan dengan emosi, melainkan dalam rangka mendidik. Perjanjian Lama mengijinkan kita memukul anak asal jangan sampai membunuhnya;

Ams. 19:18Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.

Karena keadaan kejiwaan atau mental anak-anak tidak sama, ada anak yang nakal karena kelainan jiwanya sehingga termasuk anak-anak yang tidak bisa diharapkan menjadi baik, terhadap anak yang demikian ini janganlah kita sampai menghajarnya. Kita boleh menghajar anak-anak yang normal saja.

2.
6:5Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,
6:6jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,
6:7dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

Jika menjadi karyawan janganlah menjadi karyawan yang "mencari muka", yaitu hanya berpura-pura bekerja rajin jika ada boss saja sementara kalau boss tidak ada ugal-ugalan. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan tulus, baik dilihat orang maupun tidak dilihat orang. Perkara gaji kecil yang tidak mencukupi bicarakanlah secara sendiri dengan boss, jangan dikaitkan dengan kwalitas kerja anda. Selama setuju dengan gaji yang diberikan itu bekerjalah yang baik-baik atau jika tidak setuju, keluarlah daripada nama anda tercoreng, lebih-lebih jika anda dikenal sebagai murid YESHUA ha MASHIA, jagalah supaya nama itu dipermuliakan melalui kinerja anda.

3. 6:8Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

Sebagaimana hukum aksi dan reaksi, bahwa setiap aksi pasti akan menimbulkan reaksi, demikianlah di dalam ajaran TUHAN berlaku setiap perbuatan pasti ada upahnya. Jika baik upahnya pahala, jika jahat upahnya adalah hukuman. Dan sebagaimana sifat TUHAN yang tidak terbatas atau tidak bisa dibatasi sebagaimana benda-benda duniawi, maka upah TUHANpun harus dipahami dalam perspektif yang luas. Kalau di Perjanjian Lama berlaku: gigi ganti gigi, mata ganti mata dan nyawa ganti nyawa, di Perjanjian Baru bisa terjadi gigi ganti mata, mata ganti nyawa ataupun nyawa ganti gigi. Artinya balasan TUHAN tidak harus di permasalahan yang terjadi. Jika ada orang yang merugikan anda di masalah keuangan, mungkin balasan TUHAN di masalah penyakit. Jika ada orang yang menyengsarakan hidup anda, balasan TUHAN mungkin pada kehidupan keluarga atau masalah-masalah yang lainnya.

Dan ingatlah sebagaimana TUHAN mengajari kita untuk mengasihi musuh, TUHAN-pun tidak mau memperlakukan orang sebagai musuh. Tetapi semua orang sama-sama dikasihiNYA, baik anda maupuun musuh anda, sama-sama disayangiNYA. Jikapun TUHAN menghajar musuh anda, itupun pasti dalam rangka mendidik, yaitu mempertobatkannya, bukan semata-mata menghukum karena kebencian. Sebelum waktunya persidangan, yaitu hari kiamat, TUHAN takkan menghakimi siapapun. Iblispun tidak, maka manusia sejahat apapun belum akan dihukumNYA.

4. 6:9Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

Jika anda adalah boss, jangan main ancaman. Jangan menyudutkan posisi karyawan dengan hukum ekonomi: "supply and demand" - penawaran dengan permintaan. Jangan karena banyak orang menganggur sehingga anda tawar-menawar upah, mengupah murah-murahan. Sebab setiap orang berhak untuk menikmati hidup yang layak, bahkan berkelebihan. Semua orang berhak kaya. Sebagaimana anda menginginkan keuntungan yang sebesar-besarnya, demikianlah para karyawan juga menginginkan penghasilan yang sebesar-besarnya.

Jangan seperti boss duniawi lainnya yang memperlakukan karyawannya sebagai peralatan, tapi sebagai orang Kristen harusnya anda berdasarkan kasih, kemurahan hati, sabar, dan menaikkan harkat dan martabat para karyawan. Jangan jadikan karyawan sebagai alat untuk memperkaya diri, tapi jadikanlah sebagai partner yang berkedudukan sederajat dengan anda. Jangan berpikir bahwa roda lebih penting daripada baut, atau jantung lebih penting daripada kaki. Sebab semua yang dibutuhkan adalah penting.

Jika anda tidak bisa menghargai karyawan, lebih baik anda jangan merekrut karyawan. Sebab lebih baik dosa sedikit daripada dosa besar dan banyak. Jika baut tidak penting, ya motor anda jangan dikasih baut.

5. 6:10Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Kuat di dalam TUHAN, artinya di dalam seluruh hidup dan aktifitasmu ada suasana kerohanian. Jangan cuma menjadi orang Kristen ketika bangun pagi, berdoa, ketika makan berdoa, ketika mau tidur berdoa atau seminggu sekali ketika ke gereja. Tapi di kantor, di toko, di pabrik, ketika menghadapi teman, menghadapi tamu, menghadapi karyawan, menghadapi pelanggan, dalam cara berbicara, dalam mengatasi masalah, dalam menangani karyawan yang bersalah, dalam segala waktu, dalam segala suasana dan dalam segala aktifitas harusnya mempunyai ciri-ciri Kristen.

Juga dalam segala perencanaanmu jangan semata-mata menggunakan kekuatan sendiri, akal pikiran sendiri dan kepintaran sendiri. Jangan merasa kuat sendiri, tapi senantiasa pergunakan kuasa TUHAN. Dalam membuat perencanaan kerja, nggak usah terlalu teoritis dan detail seperti yang dilakukan orang-orang kafir, tapi bekerjalah secara garis besarnya saja menurut naluri bukan menurut teori, sedangkan selebihnya sandarkanlah pada kekuatan doa.

Sebagai contoh dalam pembangunan rumah. Orang sekarang membangun rumah dengan berbagai macam teori dan rumit sekali perhitungannya untuk tahan gempa. Bandingkan dengan nenek-moyang kita yang membangun rumah secara asal-asalan dari kayu dan bambu, tanpa pengetahuan tehnik, tanpa kehadiran insinyur, tokh rumahnya dipuji dan diakui lebih tahan gempa.

Jadi, jangan gaya, jangan menyombongkan bangku sekolahanmu. Sebab TUHAN lebih canggih dari segala dosenmu.

6. 6:11Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

Seluruh ajaran Al Kitab sudah cukup untuk menyelamatkan kita. Kita tak memerlukan ajaran manusia, tak memerlukan lembaga-lembaga pendidikan apapun. Cukup bisa membaca dan menulis saja sebagai sarana berkomunikasi, baik dengan TUHAN maupun dengan sesama manusia. Pengetahuan membaca dan menulis merupakan pengetahuan dasar yang dikaruniakan ELOHIM YAHWEH sejak zaman purbakala.

Orang Kristen cukup hidup dari pekerjaan alamiah, seperti pertanian dan peternakan. Kita tak memerlukan atau jangan terlalu mengandalkan hasil industri. Bukan anti, tapi jangan diperbudak! Sebab yang harus diutamakan orang Kristen adalah keselamatan akheratnya, bukan keselamatan duniawinya.

Matius 6:33Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Barang-barang hasil industri statusnya hanya sebagai pelengkap atau tambahan saja, jangan yang diutamakan. Bisa beli kompor LPG, syukur, nggak bisa ya pakai kayu bakar. Bisa beli televisi, syukur, nggak bisa nggak apa-apa. Bisa beli motor, syukur, nggak ada motor ya jalan kaki saja. Bisa beli rumah, syukur, nggak bisa beli ya ngontrak saja. Santai saja! Jangan memaksakan diri sehingga menjerumuskan kita ke dalam dosa.


7. 6:12karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Kita bukan melawan darah dan daging. Kita bukan melawan pribadi, bukan menyerang atau menjatuhkan martabat orang. Yang kita perjuangkan adalah meluruskan pikiran orang yang salah, meluruskan ajaran yang tidak benar, mematahkan ajaran-ajaran yang menyesatkan dan menegakkan kebenaran supaya menjadi pokok keselamatan orang banyak.

8. 6:13Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

Tetap berdiri sesudah menyelesaikan segala sesuatu. Maksudnya, setelah kita menyadarkan kesalahan orang, jangan sampai kita sendiri yang kemudian terjatuh. Banyak sekali kejadian yang seperti itu. Contohnya, raja dangdut terkenal; Rhoma Irama. Dalam setiap lagu-lagunya Rhoma Irama selalu menentang kemaksiatan. Tapi faktanya, anaknya sendiri terperosok ke dalam kasus narkoba. Anas Urbaningrum, mantan ketua partai Demokrat, dalam suatu iklan berkata: "Katakan tidak untuk korupsi". Tapi tak lama kemudian dirinya ditangkap KPK karena korupsi.

9.
6:14Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
6:15kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
6:16dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
6:17dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

Perlengkapan orang Kristen itu adalah kebenaran, keadilan, memberitakan Injil, mempunyai iman, mempunyai kepastian selamat dan pengetahuan Al Kitab. Kalau kurang dari itu ya kurang lengkap.

10. 6:18dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Berdoa itu jangan hanya untuk diri sendiri saja, tapi doakan juga orang-orang lainnya. Dan berdoa untuk orang-orang kudus berarti mendukung orang-orang kudus itu supaya mereka dikuatkan dalam mempertahankan kebenaran. Dan bilamana ada kelebihan keuangan daripada dihamburkan untuk membeli dosa, mengapa tidak disumbangkan buat orang-orang yang melayani TUHAN?

Jika air minum segelas Aqua saja berharga Rp. 1.000,- masakan orang yang memberikan air kehidupan yang melegakan kelaparan dan kehausan rohani tak dihargai sama sekali?

1Kor. 9:11Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah, kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu?

1Kor. 9:14Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

11.
6:19juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,
6:20yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Rupanya rasul Paulus menuliskan surat ini ketika dirinya berada dalam penjara di kota Roma.

12.
6:21Supaya kamu juga mengetahui keadaan dan hal ihwalku, maka Tikhikus, saudara kita yang kekasih dan pelayan yang setia di dalam Tuhan, akan memberitahukan semuanya kepada kamu.
6:22Dengan maksud inilah ia kusuruh kepadamu, yaitu supaya kamu tahu hal ihwal kami dan supaya ia menghibur hatimu.
6:23Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara.
6:24Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.

Siapakah Tikhikus? Murid rasul Paulus dari Asia yang disuruh mengantarkan surat ke jemaat di Efesus;

Kis. 20:4Ia disertai oleh Sopater anak Pirus, dari Berea, dan Aristarkhus dan Sekundus, keduanya dari Tesalonika, dan Gayus dari Derbe, dan Timotius dan dua orang dari Asia, yaitu Tikhikus dan Trofimus.

2Tim. 4:12Tikhikus telah kukirim ke Efesus.


Hasil gambar untuk gambar orang berdebat

MENJADI TERANG DI KOTA EFESUS - 5

EFESUS PASAL 5:

1.
5:1Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
5:2dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.
5:3Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.

Pantangan keras bagi orang-orang yang disebut kudus adalah percabulan. Orang-orang kudus hanya mengenal hubungan seks yang kudus adalah yang dilakukan oleh pasangan suami-istri. Itupun di atas dasar kasih, bukan hawa nafsu. Sebab hubungan seks itu dimaksudkan untuk melahirkan keturunan, bukan untuk pemuasan hawa nafsu, supaya anak-anak yang dilahirkanpun kudus, bukan anak hasil hawa nafsu.

Kelahiran anak sama seperti petani menanam bibit. Bahwa sekalipun bibitnya baik, tanahnya juga harus baik dan perawatannyapun juga harus baik. Banyak syarat yang harus dipenuhi untuk menghasilkan tanaman yang baik. Karena itu kuduskan perkawinan supaya menghasilkan anak-anak yang kudus, bukan anak-anak dosa.

Niat memasuki perkawinan yang benar adalah yang bertujuan membangun rumahtangga, bukan membangun cinta. Ada keseriusan dalam merajut masa depan bukan sekedar kesenangan-kesenangan. Karena itu ada baiknya jika perkawinan itu dijodohkan orangtua, bukan mencari jodoh sendiri. Sebab orangtua pasti mempunyai penilaian-penilaian yang lebih objektif ketika memilihkan jodoh untuk anaknya, daripada anak itu mencarinya sendiri. Tapi bukan berarti orangtua berhak memaksakan kehendaknya sebab anak-anak yang sudah berusia dewasa tidak lagi berada dalam genggamannya.

Kita harus membedakan antara cinta dengan tanggungjawab sebagai dasaran berumahtangga. Kalau cinta itu dikerjakan oleh perasaan, sedangkan tanggungjawab dikerjakan oleh akal pikiran. Cinta hanya mengenal kelamin, sedangkan tanggungjawab mengenal nama. Cinta bisa terjadi kapan saja, di mana saja dan terhadap siapa saja. Asal laki-laki ketemu perempuan, maka bisa terjadi cinta. Tak peduli usia, tak peduli tempat dan tak peduli status, sebab cinta itu buta. Cinta itu ngawur! Tapi orang yang bertanggungjawab hanya mengenal nama. Jika bukan Budi bukan suaminya, jika bukan Siti bukan istrinya. Tanggungjawab membuat orang tahu diri.

Cinta tak mengenal tanggungjawab, tapi tanggungjawab mengenal cinta. Percintaan yang tak menguntungkan pasti akan ditinggal kabur. Tapi tanggungjawab membuat orang mau nggak mau harus terpaksa mencintai pasangannya. Keadaan baik atau tidak baik, susah atau senang, cantik atau tidak cantik, saya harus mencintainya.

Nah, mana yang anda pilih?

2. 5:4Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.

Isilah hari-hari hidupmu dengan peruntungan. Pergunakanlah konsep: "time is money", artinya manfaatkan segala waktumu untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan biarkan pikiranmu melamun kosong, sebab pikiran kita itu untuk berpikir, bukan untuk dikosongkan. Otak untuk diisi, memori otak untuk diisi, mengapa malah dikosongkan dengan ajaran meditasi?

Hadirkan damai sejahtera dari buah pikiran, bukan dari mengosongkan pikiran. Hadapi masalah, jangan lari dari masalah. Apapun masalahnya jika sudah teruraikan atau terselesaikan hasilnya pasti ketenangan. Pikiran menjadi lega. Hadapi masalah bisa menyelesaikan utang-piutang. Tapi meditasi mana bisa untuk membayar utang?

Sekalipun yang kita hadapi penderitaan, akal pikiran yang sehat bisa menghasilkan ucapan syukur. Bahkan apa yang terburuk sekalipun masih bisa kita nilai sebagai yang terbaik. Di sinilah letak kebesaran ajaran TUHAN, yaitu ajaib! Ketika mata manusia melihat debu sebagai debu, TUHAN bisa menjadikannya manusia. Ketika mata manusia melihat tongkat sebagai tongkat, TUHAN bisa menjadikannya ular. Apa yang mustahil bagi manusia, bagi TUHAN tak ada yang mustahil. Dan saya adalah saksinya!

Ketika semua orang melihat kehidupan saya adalah kehidupan yang terburuk dan semua mengagung-agungkan kehidupan seorang direktur, saya justru ingin berseru keras-keras, ingin mengumumkan bahwa pandangan anda itu keliru sama sekali. Sebaliknya, saya ini merasa sebagai orang yang paling diuntungkan dari sejumlah penduduk dunia yang 7 milyar banyaknya. Saya adalah orang yang paling beruntung, dan sama sekali memandang kedudukan direktur sebagai sesuatu yang mengerikan. Saya tak tertarik dengan segala yang ada di planet bumi ini.

Ketika sejumlah orang antara tahun 2004-2019 ini dipusingkan oleh berbagai persoalan hidup, saya justru tak pernah dipusingkan oleh masalah apapun di kurun waktu itu. Bagi saya tahun 2004 adalah tahun kemerdekaan dari penjara kehidupan. Tapi anda semua justru berduyun-duyun sedang memasuki penjara kehidupan. Yah, anda sedang masuk ke dalam penjara ketika saya sudah meninggalkannya.

Dari tahun 2004-2019, berarti ada 15 tahun. Berapa ratus kali anda bertengkar dengan istri? Berapa ratus kali anda memarahi anak-anak? Berapa ribu kali anda berkata-kata kasar? Berapa ratus kali anda pusing soal keuangan? Berapa puluh kali anda sakit? Berapa ribu butir obat anda telan? Berapa kali opname di rumahsakit? Hua..ha..ha..... betapa borosnya anda belanja dosa. Saya sudah bebas dari itu semua. Apakah saya hebat? Bukan! Tapi karena saya menuruti Jalan TUHAN.

Yer. 29:11Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Anda tidak mau mengikuti Jalan TUHAN, itu artinya anda masih berharap dari usaha-usaha anda mendatangkan damai sejahtera. Anda yakin bisa meredakan ketegangan suami-istri, anda yakin bisa mengatasi masalah anak-anak, anda yakin bisa mengatasi masalah ekonomi, anda yakin bisa hidup lebih sehat, dan lain-lain. Tapi TUHAN menuntut supaya anda itu tunduk dan patuh pada TUHAN. TUHAN menuntut supaya anda mau masuk ke Jalan TUHAN. Itu sebabnya TUHAN memburu anda dengan segala macam kegagalan dengan maksud supaya anda menyerah;

Yesaya
30:15Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,
30:16kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.
30:17Seribu orang akan lari melihat ancaman satu orang, terhadap ancaman lima orang kamu akan lari, sampai kamu ditinggalkan seperti tonggak isyarat di atas puncak gunung dan seperti panji-panji di atas bukit.
30:18Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!
30:19Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.
30:20Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,
30:21dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri.

Yah, sekalipun TUHAN memberi kita roti dan air serba sedikit, tapi mata kita diijinkan untuk terus memandang kepadaNYA. Daripada roti dan air berlimpah tapi tak ada TUHAN, mana yang lebih baik?!

3. 5:5Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

Di sini rasul Paulus memberi perbedaan yang jelas antara Kerajaan YESHUA dengan Kerajaan ELOHIM YAHWEH. Kerajaan ELOHIM YAHWEH itu di sorga, sedangkan Kerajaan YESHUA itu di kota Yerusalem yang baru. Kita kelak akan tinggal di kota Yerusalem yang baru, Yerusalem yang diturunkan dari sorga, bersama-sama dengan YESHUA ha MASHIA. Namun sebelum kota Yerusalem yang baru itu ada, Takhta YESHUA ada di sebelah kanan ELOHIM YAHWEH;

Why. 22:1Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Jadi, Kristen itu TUHAN-nya 2, bukan 3 dan juga bukan 1. Yang bertuhan 3 itu Roma Katolik, sedangkan yang bertuhan 1 itu Islam. Trinitas adalah 3 tuhan dalam 1 tuhan, artinya Roma Katolik dengan Islam itu identik, tersebutkan cirinya di sini:

1Timotius
4:1Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
4:2oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
4:3Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.

Yang melarang orang kawin? Roma Katolik. Yang melarang orang makan babi? Islam.

Suster-suster Katolik sama seperti perempuan Islam, memakai jilbab. Keduanya sama-sama berdoa dengan tasbih. Model topi paus sama seperti model kubah mesjid. Kalau Kristen kitab sucinya: Al Kitab, Roma Katolik Al Kitab Deuterokanonika, Islam; Al Qur'an. Kalau Kristen berbangsa Yahudi, Katolik; Romawi, Islam: Arab. Kalau Kristen ibukotanya Yerusalem, Roma Katolik: Vatikan, Islam: Mekkah. Kalau Kristen ibadahnya Sabtu, Roma Katolik: Minggu, Islam: Jum'at. ALLAH Kristen bernama: YAHWEH, Roma Katolik: Allah, Islam: Allah. Menurut Kristen YESHUA, menurut Roma Katolik: Yesus, menurut Islam: Isa. YESHUA menurut Kristen: ANAK YAHWEH, menurut Roma Katolik: Allah yang menjadi manusia, menurut Islam: nabi biasa.

Ketika YESHUA disalib, DIA disalibkan di tengah, di antara 2 penjahat, sama seperti Kristen yang dikepung di antara Katolik dan Islam;

>> Berjilbab - tidak berjilbab - berjilbab.
>> Bertasbih - tidak bertasbih - bertasbih.
>> Deuterokanonika - Al Kitab - Al Qur'an.
>> Romawi - Yahudi - Arab.
>> Vatikan - Yerusalem - Mekkah.
>> Jum'at - Sabtu - Minggu.
>> Allah - YAHWEH - Allah.
>> Yesus - YESHUA - Isa.
>> Allah menjadi manusia - ANAK YAHWEH - nabi biasa.
>> Natal - tidak natalan - maulid nabi Muhammad.
>> Doa sebagai mantera - doa sebagai komunikasi - doa sebagai mantera.
>> Mendoakan orang mati - tidak - mendoakan orang mati.
>> Mengkultuskan bapa-bapa gereja - tidak - mengkultuskan sahabat nabi.
>> Mengkeramatkan patung - tidak - mengkeramatkan batu Ka'abah.

4.
5:6Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.
5:7Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.

Orang Kristen boleh berkawan dengan siapa saja, tapi jangan berkawan dengan guru-guru palsu, yaitu orang yang suka mengobral kata-kata yang tak berdasarkan Al Kitab. Kalau orang tidak menyampaikan ajaran apa-apa silahkan digauli. Tapi berhati-hatilah dengan orang yang dikenal sebagai tokoh agama! Sebab bila anda tak memiliki kekuatan maka anda akan dengan mudah dipedayainya. Kristen mengenalkan ajaran kesepadanan atau keseimbangan. Maksudnya, jika guru ya harus dihadapi dengan kelas guru.

5.
5:8Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
5:9karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
5:10dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
5:11Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.

Orang Kristen sejati adalah yang sesuai Al Kitab. Jika tidak, maka itulah Kristen palsu.

6. 5:12Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.

Hati saya sedih jika mendengar ada orang berkata: "selingkuh itu indah". Tapi orang lain bisa terhibur dengan perkataan-perkataan yang tidak nalar, sia-sia, remeh-temeh, kata-kata yang kasar, jorok, bahkan hal-hal yang najis. Saya akan terhakimi jika ada hal-hal yang tidak pantas; "masakan penginjil seperti ini?"

7. 5:13Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

Al Kitab membuat saya bisa melihat hal-hal yang tidak kelihatan. Kesalahan-kesalahan yang dianggap biasa oleh kebanyakan orang, oleh Al Kitab akan terlihat jelas sebagai suatu kesalahan. Al Kitab pemberi warna hitam-putih sehingga kelihatan mana yang benar dengan mana yang salah. Al Kitab seperti lilin yang menerangi ketika lampu listrik padam. Al Kitab tidak membiarkan saya berada dalam kebingungan atau kebimbangan atau samar-samar. Semuanya terang benderang.

8. 5:14Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

Rasul Paulus mengutip perkataan nabi Yesaya;

Yes. 60:1Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

Ajaran YESHUA ha MASHIA menerangi jalan kita. DIA menelanjangi ajaran-ajaran kaum Farisi, Saduki dan Ahli-ahli Taurat. Apa yang salah diluruskanNYA.

9.
5:15Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
5:16dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
5:17Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Banyak orang-orang kaya, pengusaha-pengusaha Kristen yang merasa bangga ketika berkata: "Waah, kalau soal Al Kitab saya nggak ngerti. Kalau soal dagang saya ngerti, soal Al Kitab itu urusannya pendeta". Mereka menganggap urusan bisnis lebih tinggi daripada urusan Al Kitab. Tapi menurut TUHAN, itulah kebodohan! Orang bodoh berlagak pinter.

10.
5:18Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
5:19dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

Bernyanyi dan bersoraklah bagi TUHAN telah menjadi bagian dari peribadatan gereja-gereja aliran Pantekosta atau Kharismatis. Mereka bermusik hingar-bingar, berjoget-joget dan berteriak-teriak histeris, seolah-olah itu ibadah yang hebat. Tapi sayang mereka melupakan syarat yang dianjurkan rasul Paulus, yaitu; "dengan segenap hati". Apa maksudnya? Harus lahir dengan tulus, alamiah, bukan buatan, bukan merupakan tata liturki yang dilakukan secara bersama-sama seluruh jemaat.

Yang hatinya sedang berbunga-bunga, tergerak untuk berjoget-joget, silahkan itu disalurkan. Tapi orang lain yang sedang mempunyai masalah, sedang sedih, sedang bergumul, jangan dilibatkan. Mereka ini yang merusakkan suasana di hadapan TUHAN, sebab tidak mungkin akan segenap hati. Pendeta atau pimpinan jemaat jangan menganggap orang yang sedang sedih itu tidak penuh ROH KUDUS, tidak bersyukur. Sebab segala sesuatu itu membutuhkan proses. Biarkan orang yang sedang bermasalah menggumuli masalahnya dan kelak jika sudah menemukan terang, bisa memenangkannya, dia pasti akan bersukacita dengan murni dari hatinya, bukan dari liturki ibadah.

Suatu paduan suara yang bagus adalah yang diisi oleh penyanyi-penyanyi yang bersuara merdu. Tapi orang yang suaranya fals, baru belajar menyanyi, inilah yang merusakkan telinga. Jangan mengarahkan orang untuk menjadikan nyanyian sebagai satu-satunya ungkapan sukacita. Jangan paksa orang yang tidak bertalenta menyanyi untuk menyanyi.

Ibadah berjemaat itu harus merupakan pertemuan jemaat, bukan melakukan suatu acara secara bersama-sama. Nyanyi bareng, doa bareng. Bukan begitu, tapi mereka berada dalam satu tempat sedangkan masing-masing beribadah sendiri-sendiri kepada TUHAN. Gereja riuh kayak pasar, biarkan, tapi berisi. Masing-masing jemaat akan pulang membawa berkat masing-masing. Biarkan jemaat saling berbicara sendiri, saling berinteraksi, saling berdebat. Biarkan ayat-ayat Al Kitab dibaca pasal perpasal tanpa dijadikan khotbah selera pendeta, tapi biarlah masing-masing orang memahaminya sendiri-sendiri.

Satu orang membacakan satu pasal atau satu perikop tanpa komentar apapun, biarkan ROH KUDUS yang menerangkan ke dalam pikiran orang masing-masing menurut kesanggupannya. Jangan orang SD dipaksa mempelajari pelajaran SMP. Pekerjaan ROH KUDUS adalah memberikan pelajaran private. Jadi, pendeta jangan memperlakukan orang secara umum, sebab setiap jiwa itu berharga bagi TUHAN.

11. 5:20Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

Ucapan syukur yang berkwalitas adalah yang dihasilkan dari pergumulan, dari pertimbangan akal sehat. Kita mengucap syukur ditujukan pada ELOHIM YAHWEH, dalam nama YESHUA ha MASHIA, sebab melalui ajaranNYA kita diajari mengucap syukur.

Siapa YESHUA, siapa ELOHIM YAHWEH, harus jelas, jangan awur-awuran!

12.
5:21dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
5:22Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
5:23karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
5:24Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
5:25Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

Yang lebih rendah takut pada yang lebih tinggi, yang lebih tinggi menyayangi yang lebih rendah. Kristen tidak mengenal emansipasi wanita. Kristen tidak mengijinkan perempuan menyetarakan dirinya terhadap laki-laki. Konsep umum masih memberikan tempat bagi laki-laki untuk menjadi kepala keluarga. Hanya satu kepala keluarga, bukan dua. Karena itu ajaran Raden Ajeng Kartini tidak bisa diterapkan dalam Kristen, sebab dia bukan nabi Kristen.

Jika emansipasi wanita itu dilegalkan pemerintah, apakah pemerintah mengadakan dua kepala keluarga? Apakah wakil presiden = presiden? Itu kontradiksi. Secara hukum bisa digugat supaya ada kejelasannya seperti apa emansipasi wanita itu?

13. 5:26untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

Pengudusan orang Kristen itu melalui baptisan dan Al Kitab.

14.
5:27supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
5:28Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
5:29Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
5:30karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
5:31Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Ayat 31 bukanlah bermakna secara fisik bahwa anak harus terpisah dari orangtuanya, atau lepas tanggungjawab atas orangtuanya, tapi maksudnya adalah terbebas dari intervensi orangtua. Para orangtua tidak boleh mempengaruhi rumahtangga anaknya. Para orangtua harus berposisi netral antara anak dengan menantunya.

15.
5:32Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
5:33Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Hubungan suami-istri itu sama seperti hubungan YESHUA ha MASHIA dengan jemaatNYA.


Hasil gambar untuk gambar suami istri

Sabtu, 23 Februari 2019

MENJADI TERANG DI KOTA EFESUS - 4

EFESUS PASAL 4:

1. 4:1Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

Begitu banyak sekali ayat di Al Kitab yang menyerukan supaya orang Kristen itu hidup yang lurus sesuai dengan Al Kitab. Namun justru yang terjadi kebanyakan orang Kristen hidupnya bertentangan dengan Al Kitab. Tidakkah anda merasa was-was dengan Kekristenan anda? Atau anda merasa aman oleh sebab pak pendeta berkata: "Aman, aman! Berbuatlah semau-maumu sekali selamat selamanya selamat".

1Tes. 5:3Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput.

2. 4:2Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Semua pendeta mengajarkan kasih, dan semua orang Kristen berkata-kata tentang kasih. Tapi terjadikah tanda-tanda kasih itu, yaitu: rendah hati bukannya sombong, lemah-lembut bukannya kasar, sabar bukannya gampang marah, saling membantu bukannya mementingkan diri sendiri?!

Harusnya anda menangis jika itu belum tercapai, sebab itu sangat menentukan nasib anda. TUHAN YESHUA saja menangis ketika dilihat umat-umatNYA masih gagal semuanya. Sebab akibat dari kegagalan itu amat sangat mengerikan, jauh lebih mengerikan dari segala penderitaan duniawi ini. Oleh ROH KUDUS harusnya anda bisa melihat kengerian itu. Jika anda merasa enteng-enteng saja dalam dosa-dosa anda itu tandanya ROH KUDUS tidak sedang bersama anda. Sama seperti orang yang tak memakai kacamata sehingga tak bisa melihat dengan baik.

Jika anda menyadari ROH KUDUS tak bersama anda, segeralah memintanya kepada ELOHIM YAHWEH, sebab itu fasilitas yang pasti akan dilengkapkan kepada umat-umatNYA. Sama seperti kalau anda telah diterima kerja di suatu perusahaan, anda harusnya diperlengkapi dengan seragam kerja. Dan itu bisa diminta sebagai hak anda. ELOHIM YAHWEH tidak akan mempersulit permintaan ROH KUDUS. Tapi masalahnya: apakah anda benar-benar membutuhkan dan bersedia mengenakannya?

Yakobus
1:5Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.
1:6Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

Jika dikasih ROH KUDUS bersediakah anda mengikuti petunjuk-petunjukNYA? Sebab jika ROH KUDUS anda perlakukan seperti CD Player yang hanya dibuat dengar-dengaran saja tanpa dituruti, maka ROH KUDUS itu akan dicabut, akan ditarik kembali, seperti ELOHIM YAHWEH menarik ROH KUDUS dari raja Saul;

1Sa. 18:12Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang dari pada Saul Ia telah undur.

3. 4:3Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

Kesatuan ROH artinya kesatuan jiwa, yaitu persekutuan jemaat yang diikat oleh damai sejahtera. Tidak seperti gereja-gereja masa kini yang memelihara kesatuan jemaat tapi menciptakan persaingan dan kelompok-kelompok. Ke gereja bersama-sama tapi tidak akur antara satu dengan yang lainnya.

4.
4:4satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
4:5satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

Adakah Kristen itu satu TUHAN, satu iman dan satu baptisan? Tidak! Sama sekali tidak! Di Kristen ada Tuhan Trinitas, Yesus Allah, Tuhan yang rambutnya gondrong, Roh Kuduspun disebutnya Allah. Ketuhanan yang kacau tidak sesuai Al Kitab. Dan karena Tuhannya bermacam-macam maka model imannya juga bermacam-macam. Ada iman yang mengatakan sekali selamat seterusnya selamat, ada iman yang mengatakan berkat Tuhan itu uang, dan ada pula iman yang mengatakan asalkan Kristen semuanya sama.

Begitu pula dalam hal baptisan. Ada baptis selam, baptis percik, sidi, baptis dengan bendera, baptis dengan disemprot air dari truk tanki pemadam kebakaran. Bahkan ada baptisan lewat komunikasi telepon seluler.

5. 4:6satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

ELOHIM YAHWEH itu BAPA. BAPA dari semua, termasuk BAPANYA YESHUA ha MASHIA. DIA di atas semua, termasuk di atas YESHUA ha MASHIA. Oleh semua, termasuk oleh YESHUA DIA disebutnya: BAPA. Dan di dalam semua, termasuk di dalam Diri YESHUA ada ELOHIM YAHWEH;

1Kor. 11:3Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

Yoh. 13:32Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.

6. 4:7Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

Masing-masing orang diberi talenta yang berbeda-beda menurut ukuran YESHUA ha MASHIA. Sebagai Gembala yang baik DIA mengetahui kemampuan masing-masing dombaNYA.

7. 4:8Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."

Rasul Paulus mengutip dari kitab Mazmur;

Mzm. 68:18(68-19) Engkau telah naik ke tempat tinggi, telah membawa tawanan-tawanan; Engkau telah menerima persembahan-persembahan di antara manusia, bahkan dari pemberontak-pemberontak untuk diam di sana, ya TUHAN Allah.

Maksudnya, YESHUA ha MASHIA itu berkuasa menghukum dan menyelamatkan.

8. 4:9Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

Kata-kata "naik" menerangkan asalnya dari bawah atau turun. Bahwa YESHUA ha MASHIA telah turun ke dunia orang mati.

9. 4:10Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.

Untuk masuk ke pengertian "segala sesuatu" maka jika turun ya ke bawah sekali atau paling bawah, dan jika naik ya ke atas sekali atau yang paling tinggi. YESHUA ha MASHIA tidak bermain di kelas tanggung atau setengah-setengah.

10.
4:11Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Semua orang-orangNYA pasti diperlengkapi seperti perlengkapan pekerja proyek; ada helm, ada rompi, ada palu, ada tang, dan lain-lainnya supaya semua orang-orangNYA bisa bekerja secara maksimal dan berhasil.

11. 4:13sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

Oh, ternyata kita perlu tahu tentang posisi yang tepat tentang YESHUA ha MASHIA yang adalah ANAK YAHWEH. Jangan dibilang sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia. Jangan main tebak-tebakan tentang posisiNYA seperti orang yang tak benar-benar kenal. Tapi kita harus mengenalNYA seperti kita mengenal ayah-ibu kita.

12. 4:14sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Jangan gampang diombang-ambingkan oleh berbagai macam ajaran yang tidak sesuai Al Kitab. Buat apa Al Kitab jika isinya kita abaikan.

13. 4:15tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Kita harus berpegang teguh pada Al Kitab dan berkembang sesuai dengan standart Al Kitab. Jangan keluar rel.

14. 4:16Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Kita harus seperti tanaman dalam pot yang bertumbuh sebatas pot Al Kitab. Jangan seperti tanaman di tanah biasa yang akarnya menyeruak ke mana-mana sehingga Kekristenan dicampuri dengan budaya-budaya, adat-istiadat, ajaran-ajaran palsu, dongeng-dongeng seperti Natal, Sinterklas dan valentine-day.

15.
4:17Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:18dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.

Jika anda telah menyadari kesalahan maka segeralah berbalik pada kebenaran, jangan menunda-nunda;

Ibrani
3:7Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,
3:8janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,

16. 4:19Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.

Yah, Kekristenan itu ajaran kerohanian, jangan dicampurkan hal-hal keduniawian ke dalam Kristen. Kristen itu meninggalkan pekerjaan duniawinya bukannya malah meningkatkan karier. Kristen itu menjual pabriknya bukan malah mendirikan pabrik. Kristen itu menjual mobilnya bukan malah membeli yang model baru. Kristen itu suka memberi pertolongan bukannya malah semakin egoistis.

17.
4:20Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
4:21Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
4:22yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Kristen disebut orang-orang kudus. Artinya kudus adalah khusus atau dikhususkan. Bahwa kita dipisahkan dari orang-orang lain, bukan tubuhnya tapi rohaninya. Secara fisik kita tetap berbaur dengan segala macam orang, bukannya mengasingkan diri menjadi pertapa, tapi secara rohani pola hidup kita harus berbeda. Masakan orang Kristen justru jor-joran berebut kedudukan direktur? Masakan orang Kristen justru jor-joran membeli mobil mewah? Kristen apaan, tuh?!

18.
4:25Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
4:26Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
4:27dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
4:28Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

Rasul Paulus menyuruh bekerja yang rajin. Jangan lupa bahwa itu dengan perbandingan daripada menjadi pencuri. Daripada mencuri, bekerjalah yang baik-baik. Tapi ada tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi dan lebih sempurna lagi. Semakin hari kita harus semakin mencapai tingkatan yang lebih tinggi, jangan menjadi bonsai, jangan cuma tua umur tapi tak dewasa.

Yoh. 6:27Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Rasul Paulus sudah menjelaskan berbagai pekerjaan rohani orang Kristen, yaitu sebagai nabi, rasul, guru, penginjil sebagaimana Efesus 4:11. Sama sekali tak disebutkan pekerjaan buka toko, buka warung, mendirikan pabrik, politikus, pedagang, pegawai negeri, polisi, tentara, manager, direktur, dan lain-lainnya sebagaimana pekerjaan yang anda jalani sekarang ini. Puji TUHAN, pekerjaan saya sebagai penginjil terdaftar di Al Kitab. Dan sekalipun rasul Paulus sendiri bekerja sebagai tukang kemah, namun itu hanyalah sebagai pekerjaan sampingan, yaitu sebagai penunjang keuangannya. Berbeda dengan orang zaman sekarang yang menjadikan penginjil sebagai pekerjaan sampingannya.

Karena merasa sudah menjadi penginjil maka dia merasa berhak untuk menumpuk kekayaannya dari kedudukannya sebagai direktur. Apakah itu ajaran Al Kitab? Itu hanya permainan perasaannya saja.

19. 4:29Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Perkataan yang baik bukan berarti perkataan yang sekedar menghibur dan menyenangkan hati orang saja, tapi harus pula dalam koridor kebenaran. Kita harus membedakan antara perkataan kasar dengan perkataan yang keras. Kalau perkataan yang kasar itu dipenuhi hawa nafsu amarah dan kebencian, tapi perkataan yang keras menggambarkan keteguhan pada prinsip kebenaran, bahwa kebenaran tidak boleh dilakukan tawar-menawar. Kebenaran harus harga pas banderol.

20. 4:30Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

Mendukakan ROH KUDUS adalah jika kita tak mau menuruti perkataanNYA. Setiap pemikiran yang mengarahkan kita pada Al Kitab, itu adalah suara ROH KUDUS. Begitulah cara kita mengenali kehadiranNYA sebagai ROH KEBENARAN. Sebab tanpa ROH KEBENARAN kita tak mungkin memiliki pikiran yang benar.

21.
4:31Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
4:32Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Hasil gambar untuk gambar perlengkapan kerja