Sabtu, 30 Maret 2019

MARI MENGUBUR TEORI GRAVITASI

Fenomena sehari-hari yang kita lihat adalah adanya benda-benda yang terbang ke atas namun ada juga benda-benda yang jatuh ke bumi. Mengapa layang-layang dan burung terbang ke langit sedangkan apel jatuh ke bumi? Mengapa layang-layang tidak terjatuh ke bumi dan mengapa apel tidak terbang ke atas?

Orang yang sempat memikirkan hal-hal seperti itu pastilah orang-orang yang sedang menganggur dan tukang melamun, daya khayal dan obsesinya untuk menemukan sesuatu cukup besar. Bisa jadi termasuk Newton, Galileo, Einstein, bahkan termasuk saya.

Dan karena teori gravitasi itu dijadikan mata pelajaran di sekolah, maka banyaklah orang yang melahap rumus-rumusnya begitu saja, mendapatkan nilai 8, maka merasalah menjadi seorang ahli fisika. Inilah ilmuwan karena faktor keturunan, sama seperti halnya di bidang keagamaan, sehingga di agama apa saja masih ada pengikutnya. Diajari, dipelajari, ketika diujikan mendapatkan nilai tinggi, dikasih ijasah, maka jadilah seorang pakar.

Sekalipun gereja Katolik kita sebut penyembah patung, namun karena sekolahannya ada dan banyak murid yang bersekolah pastur, maka setiap tahun dihasilkanlah ribuan pastur, diseleksi jadilah uskup, jadilah kardinal, dan kalau beruntung jadilah paus. Seperti itulah yang tengah terjadi di segala bidang keilmuan. 

Kehormatan sebagai seorang pakar, bahkan mendapatkan makanannya dari sana, maka terbentuklah gengsi untuk mempertahankan mati-matian ilmunya sedemikian rupa bahkan bila perlu ditambahi bualan-bualannya untuk memperkuat gengsinya itu. Sebab jika ilmunya digugurkan, maka habislah kehormatan dan sumber penghasilannya. Itulah potret diri kita, seorang manusia biasa.

Konsep ijasah sebagai tanda kepandaian telah diterima oleh seluruh dunia dan dijadikan sebagai pedoman untuk mata pencarian. Karena itu yang diburu orang adalah ijasah, bukan kebenarannya. Bahwa sekalipun ilmu itu tidak benar, jika ada ijasahnya, maka jadilah uang. Asal ada ijasah pendeta, maka didapatlah gaji dan fasilitas kependetaan.

Tapi karena kebetulan saya tidak berada di system itu, maka saya bisa menjadi oposisi yang mencermatinya secara objektif. Bukan bermaksud membunuh rejeki dan mata pencarian orang, tapi untuk mengerem masuknya murid-murid baru, supaya ilmu-ilmu konyol yang sebenarnya membodohi itu dihentikan. Memang ilmu itu menghasilkan cendekiawan, tapi cendekiawan dalam kebodohan, seperti katak dalam tempurung.

Dunia ilmiah bilangnya hanya menerima hal-hal yang nyata, tapi mengapa ratusan ilmu yang berstatus "teori" bisa masuk ke dalamnya dan berkuasa seolah-olah kebenaran ilmiah? Sebab yang namanya teori itu masih berupa dugaan atau hipotesa yang kebenarannya masih belum berkekuatan hukum tetap. Diajarkan boleh-boleh saja sebagai wacana untuk membuka pikiran orang untuk menindaklanjutinya supaya kelak teori itu kebenarannya bisa dibuktikan. Tapi sayangnya malah menjebak orang menjadi fanatik.

Dari semua tulisan tentang gravitasi yang saya dapatkan, itu didefinisikan sebagai suatu gaya tarik-menarik. Ada gravitasi matahari yaitu yang menjadi penyebab benda-benda langit berada dalam orbit masing-masing dalam mengitari matahari, dan ada pula gravitasi bumi, yaitu yang menjadi penyebab benda-benda kalau jatuh selalu ke bawah.

Teori gravitasi ini menjadi laku selama kita mengakui bahwa dunia ini bulat seperti bola yang melayang-layang di angkasa. Sebab dengan kondisi dunia yang bulat kita membayangkan tentang negara-negara atau benda-benda yang posisinya berada di balik kita, bagaimana orang bisa berdiri dengan posisi terbalik seperti cicak di atap, bagaimana air laut dalam posisi terbalik tidak tumpah? Maka jika ini harus dijawab, satu-satunya yang bisa menjawab adalah teori gravitasi. Bahwa oleh gaya gravitasilah semua benda yang terbalik itu bisa tetap lengket ke bumi.

Kalaupun benar dunia ini bulat, tapi siapa yang mengharuskan dunia ilmiah wajib menjawabnya? Mengapa dunia ilmiah menjadi sok tahu? Sebab dunia ilmiah ingin menjauhkan orang dari keimanannya kepada TUHAN sehingga segala misteri dunia berusaha dicarikan jawabannya sekalipun harus menggunakan dongeng-dongeng. Contoh saja jika di negara ini terjadi berbagai macam bencana, Sutopo, kepala pusat data di Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pasti sibuk mencarikan jawaban ilmiahnya. Padahal apa gunanya jawaban ilmiahnya itu jika bencana sudah terjadi dan sudah terlanjur membawa korban jiwa? Padahal di sila pertama Pancasila ada mengakui Ketuhanan, mengapa TUHAN tidak disebut-sebut terlibat dalam terjadinya berbagai bencana itu, seperti penyanyi Ebiet G. Ade;

"Mengapa di tanahku terjadi bencana? Mungkin TUHAN mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa?"

Rasanya jawaban Ebiet G. Ade itu lebih Indonesiani, lebih Pancasilais, dan kebenarannya sangat gampang dibuktikan, bahwa ternyata kita ini selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Dan jika ini benar lalu dijadikan solusi untuk mengadakan pertobatan nasional seperti yang pernah terjadi di sejarah kota Niniwe di zaman nabi Yunus, siapa tahu itu bisa mengurangi kepadatan penduduk penjara, bisa mengurangi tangkapan KPK, bahkan bisa mengurangi terjadinya bencana-bencana di kemudian hari?! Tapi alasan ilmiah BNPB apa manfaatnya?

Gravitasi adalah gaya. Gaya adalah kekuatan. Kekuatan adalah bukan kelemahan. Dan kekuatan itu adalah kekuatan menarik. Luarbiasanya gravitasi bumi ini bukan saja kuat menarik benda-benda yang ada di dekatnya saja, tapi benda-benda raksasa di luar angkasapun seperti Bulan dan meteor dipengaruhi oleh gravitasi bumi.

Sebuah pesawat terbang secara mendadak mesinnya mati, dan sekalipun berada dalam ketinggian 42.000 kaki atau 12 kilometer jaraknya dari bumi dengan berat 400 ton, itu bisa jatuh ke bumi. Apa sebab? Sebab adanya gravitasi bumi. Ada gaya tarik bumi. Ada kekuatan menarik bumi. Benda seberat 400 ton dengan jarak 12 kilometer sanggup ditarik oleh bumi. Sebuah kekuatan yang mahabesar sehingga itu disebut gaya. Kalau kekuatannya lemah disebut loyo atau bukan lagi kekuatan.

Jika 400 ton dengan jarak 12 kilometer bisa ditarik ke bumi, bahkan luarbiasanya pesawat itu pasti hancur ketika menabrak bumi, bukankah itu memberitahukan bahwa sebenarnya gravitasi bumi itu melebihi dari berat pesawat itu? Bagi bumi untuk menarik pesawat 400 ton itu enteng sekali. Tapi mengapa kita bisa berdiri di atasnya? Bukankah harusnya kita ini amblas tersedot ke dalam tanah sedalam ribuan meter dan mampus? Tapi cobalah kita angkat kaki kita melepaskan dari gravitasi bumi. Apakah itu berat? Apakah mengangkat kaki bisa membuat kita berkeringat deras seperti jika kita mengangkat beras sekwintal? Bagaimana bisa ada burung beterbangan? Bagaimana kita bisa berlari? Bagaimana kita bisa bermain layang-layang? Bagaimana pesawat terbang bisa terbang tinggi?

Ketika pesawat 400 ton jatuh ke bumi, kita menuduh itu perbuatan gravitasi. Gravitasi itu ada, gravitasi itu kuat sekali. Tapi di mana gravitasi ketika kita berjalan atau berlari? Di mana gravitasi ketika burung-burung beterbangan? Di mana gravitasi ketika kita sedang bermain layang-layang? Di mana gravitasi yang membiarkan pesawat terbang dan helikopter terbang?

Jika ada pembunuhan pasti ditangani polisi. Tapi apakah polisi tidak menangani juga kasus-kasus pencurian, perampokan dan narkoba? Bukankah semuanya itu urusan polisi? Bukankah semua benda-benda yang ada di sekitar bumi menjadi urusan gravitasi? Tapi mengapa gravitasi pilih kasih? Mengapa pesawat yang mesinnya bagus diijinkan terbang, tapi yang mesinnya mati diterkam? Dari mana gravitasi tahu mesin hidup atau mati?

Air segelas jika kita tumpahkan akan tumpah. Tapi bagaimana air sesamudera Pasifik dijungkirkan oleh bumi tidak tumpah?

Dalam kaitan dengan teori gravitasi, apa yang biasanya kita sebut berat tidak boleh disebut berat, melainkan disebut massa. Sebab massa adalah sifat fisika suatu benda dalam rangka menguatkan teori gravitasi dan teori bumi bulat. Tapi sebutan berat membuat teori-teori itu lumpuh. Padahal faktanya sekilo beras jika ditambah sekilo lagi menjadi 2 kilo dan itu membuat kita mengangkatnya semakin berat. Khasiat gravitasinya di mana jika semakin besar semakin berat?

Sebagai bukti gravitasi bumi, di planet Bulan tidak ada gravitasinya, dan segala macam barang bisa terbang melayang-layang, tidak tertarik atau tersedot. Itu sebabnya harus disebut massa, tidak boleh disebut berat. Kalau berat harus bersifat tersedot, semakin berat semakin kuat penyedotannya. Itu akan menjadi bumerang ilmiah jika diterapkan di planet Bulan karena Bulan tidak mengenal berat. Seberat apapun akan melayang-layang. Para profesor akan pening menerangkannya.

Tapi siapa yang suruh menerangkan misteri alam semesta yang sebenarnya sudah dijawab oleh TUHAN, bahwa semua itu dikerjakan oleh Kemahakuasaan TUHAN. Namanya beda planet antara Bumi dengan Bulan, ya beda sifatnya, sama seperti ada binatang yang hidup di dalam tanah, ada yang hidup di air, ada yang hidup di udara dan ada yang hidup di darat. Jangan dicari jawabannya mengapa bisa begitu? Sebab itu untuk diimani bukan untuk diselidiki.

Untuk menerbangkan pesawat terbang kita tidak membutuhkan teori gravitasi, sebab burung-burung dan kita bermain layang-layangpun tak perlu mempelajari ilmu gravitasi itu. Yang diperlukan untuk menerbangkan pesawat adalah ilmu aerodinamika. Dan dengan ilmu aerodinamika inilah teori gravitasi digugurkan secara otomatis.

Persetan dengan keberadaan teori gravitasi yang dijadikan simbol kepandaian kebanyakan orang. Yang penting saya bisa berjalan dan bisa berlari, menyatakan sayalah yang menguasai gravitasi bumi, bukan saya yang dikuasainya.

Dan setiap benda yang jatuh ke bumi yang disebut terkena gravitasi itu pasti memiliki titik henti, seperti mobil yang direm. Tapi bagaimana planet-planet di sekeliling bumi yang terkena gravitasi bumi bisa santai berputar-putar pada orbitnya tanpa hambatan apapun? Oh, apakah profesor mau makin botak kepalanya?!


Kamis, 28 Maret 2019

KETEPATAN YESHUA SEPERTI MUSA

"Seperti nabi Musa". Kata-kata "seperti" tentunya tidak harus sama persis tapi memiliki keluasan makna kurang-lebih; bisa kurang bisa lebih. Dan ketika digandengkan dengan kalimat: "dialah yang harus kamu dengarkan", maka tidaklah salah jika itu menunjukkan ke posisi yang lebih tinggi dari nabi Musa, yakni sebagai TUHAN, bukan sebagai nabi biasa yang sederajat dengan nabi Musa.

Dan berdasarkan kelebihan-kelebihan yang ditunjukkan Al Qur'an tentang Diri ISA al MASIH, seperti: diperlengkapi dengan ROH KUDUS, lahir secara ajaib, Manusia yang sempurna, disebut ISA al MASIH KALIMATULLAH(Firman ALLAH), Seorang yang terkemuka di dunia dan di akherat, ketika BayiNYA tidak dicekik setan, harus dimuliakan lebih dari Muhammad, dan lain-lainnya, maka kedudukan ISA mengungguli para nabi Israel yang pernah ada, sedangkan jika benar Muhammad merupakan nabi yang terakhir, bukankah setelah ISA al MASIH tak ada lagi yang sekaliber DIA? Jadi, sebelum dan sesudah ISA tak ada nabi yang seperti itu, termasuk nabi Musapun tak sehebat itu. Karena itu tembakan nabi Musa: "dialah yang harus kamu dengarkan" sangat tepat mengena ke Diri YESHUA ha MASHIA. Itu sudah tak bisa diganggu-gugat lagi!

Menurut QS. 5:68 seorang disebut beragama adalah jika ia menegakkan Taurat dan Injil. Taurat adalah kitab utama Perjanjian Lama yang disampaikan oleh nabi Musa, sedangkan Injil adalah kitab utama Perjanjian Baru yang ditokohi oleh YESHUA ha MASHIA. Perjanjian Lama menuntut dilengkapi dengan Perjanjian Baru, dan sebagai sesuatu yang terbaru maka terpenuhilah ucapan nabi Musa: "dialah yang harus kamu dengarkan".

Nabi Musa dari suku Lewi, sedangkan YESHUA dari suku Yehuda, maka keduanya merupakan saudara-bersaudara dari antara bangsa Israel, yang menurut Al Qur'an bangsa Israel adalah bangsa yang diistimewakan Allah dari segala bangsa. Karena itu tidak mungkin nabi Musa dipasangkan dengan Muhammad yang berbangsa Arab, yang bukan bangsa yang diistimewakan.

Al Qur'an sendiri mencatat mukjizat-mukjizat yang diperbuat oleh nabi Musa dan nabi ISA, sementara untuk Muhammad dikatakan tidak diberikan mukjizat. Karena itu nabi yang seperti Musa akan lebih pas untuk ISA al MASIH, sebab sama-sama mempunyai tanda mukjizat, yang menurut Al Qur'an mukjizat itu merupakan keterangan kenabian, apakah seseorang itu memang nabi atau bukan.

Dan karena nabi Musa dan ISA al MASIH sama-sama merupakan nabi yang tercatat di dalam Al Kitab, ada baiknya jika kita melihat kesamaan-kesamaan lainnya sebagaimana yang terdapat di dalam Al Kitab supaya kita semakin diyakinkan bahwa ISA al MASIH memanglah nabi yang dimaksudkan oleh nabi Musa itu.

1. Tanda pembunuhan bayi-bayi;

Kelahiran Musa ditandai dengan perintah Firaun kepada bidan-bidan yang membantu kelahiran orang Israel supaya membunuh bayi laki-laki Israel dengan alasan populasi Israel dikuatirkan melebihi populasi orang Mesir;

Keluaran
1:15Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya:
1:16"Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup."

Kelahiran YESHUA juga ditandai dengan perintah Herodes untuk membunuhi bayi laki-laki Israel sehubungan dengan informasi dari orang-orang Majus bahwa di Israel telah lahir seorang calon Raja Yahudi;

Matius 2:16Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

Dan tentang peristiwa ini sudah dinubuatkan 500 tahun sebelumnya oleh nabi Yeremia;

Yer. 31:15Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.

Rama adalah desa Betlehem, tempat kelahiran raja Daud, sedangkan Rahel adalah istri Yakub yang paling dicintai. Nubuatan itu memberikan gambaran tentang jerit tangis para ibu Israel oleh sebab perintah pembunuhan bayi-bayi itu.

2. Tanda hari Sabat;

Nabi Musa mengajarkan hari perhentian Sabat, sedangkan YESHUA menyatakan DiriNYA adalah TUHAN atas hari Sabat;

Mat. 12:8Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

3. Dari Mesir ke Palestina;

Bangsa Israel yang berada di negeri Mesir diajak nabi Musa ke negeri perjanjian, yakni; Palestina, negeri yang berlimpah susu dan madu. Di Palestinalah bangsa Israel disebut anak-anak ELOHIM YAHWEH. Ini menjadi ritual bagi YESHUA, ketika Bayi diajak ibuNYA mengungsi ke Mesir atas perintah malaikat Gabriel sehubungan dengan perintah pembunuhan bayi-bayi dan setelah kematian Herodes disuruh balik ke Palestina kembali, sehingga menggenapi nubuatan nabi Hosea, 800 tahun sebelumnya;

Hos. 11:1Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

Kita perlu tahu bahwa sebenarnya bangsa Arab itu tidak ada. Arab itu menunjuk ke suatu tempat yang tak berpenghuni karena tandus dan gersangnya. Jadi, Arab adalah nama tempat bukan nama bangsa. Bangsa Arab adalah keturunan Ismael yang mengembara dan menetap di Tanah Arab, sehingga harusnya disebut bangsa Ismael, bukan bangsa Arab. Dan Ismael yang dilahirkan dari Hagar, maka Ismael itu berdarah Mesir.

"Dari Mesir KUpanggil anakKU" menegaskan bahwa yang disebut anak-anak ELOHIM YAHWEH adalah bangsa Israel, bukan keturunan Ismael, sebagaimana yang difirmankan ELOHIM YAHWEH kepada Abraham;

Kej. 21:12Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

Kej. 17:19Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Perjanjian mengistimewakan bangsa Israel itu kekal, takkan tergantikan oleh bangsa Arab. Itu sebabnya ibukota Israel; Yerusalem akan diabadikan ELOHIM YAHWEH sebagai tempat kediaman orang-orang yang diselamatkan, yaitu kota Yerusalem Baru yang diturunkan dari sorga. Bukan kota Vatikan maupun Mekkah, sekalipun kota-kota itu disebut kota suci.

4. Mati dan bangkit;

Nabi Musa dan YESHUA ha MASHIA sama-sama mengalami kematian dan kebangkitan, sama-sama tak memiliki kuburan. Itulah agama yang sempurna menurut Al Qur'an, yaitu menegakkan Taurat dan Injil.

5. Dalam kekuasaan raja kafir;

Jika Musa hidup di zaman Firaun-Mesir, lambang kekafiran Perjanjian Lama, YESHUA hidup di zaman Herodes-Romawi, lambang kekafiran Perjanjian Baru.

Pelajaran yang diberikan adalah orang-orang Kristen tidak perlu cemas hidup di antara orang-orang lain dan sekalipun menjadi yang minoritas.

6. Angka 12;

Nabi Musa memimpin 12 suku Israel, YESHUA memimpin 12 murid.

Angka 12 menggambarkan seluruh sifat manusia sebagaimana tergambarkan dalam 12 shio penanggalan China, 12 zodiak, 12 bulan dalam setahun, 12 jam dalam sehari. Artinya ELOHIM YAHWEH itu menguasai segala macam sifat manusia. Tak ada seorangpun yang tak bisa ditaklukkanNYA. Itu adalah angka ILAHIAH, sebab selebihnya yaitu angka 13 disebut sebagai angka setan.

7. Sama-sama disebut ALLAH;

Kel. 7:1Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.

Yesaya
9:6(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

8. Bait Suci;

Nabi Musa membuat Bait Suci(Kemah Suci), YESHUA mengatakan DiriNYA lebih besar dari Bait Suci;

Mat. 12:6Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.

Hasil gambar untuk gambar 2 loh batu

Rabu, 27 Maret 2019

SIAPAKAH NABI YANG SEPERTI MUSA? AHMED DEEDAT

Ketika ELOHIM YAHWEH menyampaikan 10 Perintah YAHWEH di gunung Horeb, terjadilah peristiwa-peristiwa alam yang sangat menakutkan bagi bangsa Israel sehingga bangsa Israel menolak ditemui ELOHIM YAHWEH, melainkan meminta diwakilkan seorang nabi yang seperti Musa, manusia biasa;

Keluaran
20:18Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.
20:19Mereka berkata kepada Musa: "Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati."

Beberapa waktu kemudian ketika nabi Musa memberikan nasehat-nasehatnya kepada bangsa itu, TUHAN menyampaikan Firman melalui nabi Musa, bahwa DIA akan menuruti keinginan bangsa itu untuk mengutus seorang nabi yang seperti nabi Musa;

Ulangan
18:15Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
18:16Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
18:17Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
18:18seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
18:19Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.

Siapakah nabi yang sekaliber nabi Musa di antara nabi-nabi Israel; Yesaya, Daniel, Hosea, Yeremia, Yehezkiel, dan lain-lainnya? Selama 1500 tahun segenap bangsa itu menantikan kedatangan nabi yang dijanjikan itu, termasuk terhadap Yohanes Pembaptis mereka mempertanyakan itu;

Yoh. 1:21Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"

Yohanes Pembaptis mengaku bukan dia "nabi yang akan datang" itu. Dan Yohanes Pembaptis ketika berada di dalam penjara Herodes, menyuruh murid-muridnya untuk bertanya memastikan apakah YESHUA ha MASHIA "nabi yang akan datang" itu?

Matius
11:2Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
11:3lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"
11:4Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
11:5orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
11:6Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

YESHUA ha MASHIA tidak menjawab secara langsung melainkan menunjukkan tentang apa-apa yang diperbuatNYA. Namun setelah kebangkitanNYA barulah DIA menyatakan bahwa DIA-lah yang disebutkan oleh nabi Musa itu;

Yoh. 5:46Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.

Lukas
24:44Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
24:45Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Dan setelah kenaikanNYA ke sorga, di hari Pentakosta ketika para rasul dikuasai oleh ROH KUDUS, rasul Petrus memberikan kesaksiannya di hadapan segenap orang Yahudi yang berkumpul di Yerusalem;

Kis. 2:36Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Kisah 3:22Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.
3:25Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.

Maka sebenarnya telah selesailah polemik bangsa Yahudi tentang nabi yang seperti nabi Musa, yang disebut "nabi yang akan datang" itu di tahun 31 Tarikh Masehi ketika rasul Petrus mengumumkan itu. Bangsa Yahudi ya menantikan nabi yang berasal dari "antara saudara-saudara" mereka sebagaimana diterangkan dalam Ulangan 18:15. Sekalipun nggak mirip-mirip banget, tapi orang Yahudi, bukan orang Arab.

Di zaman kerasulan Muhammad tahun 611-632 Tarikh Masehi, sampai di tahun kelahiran Ahmed Deedat, tahun 1918, seorang cendekiawan Islam, baik Muhammad maupun kaum Muslim tak ada seorangpun yang mengkaitkan kenabian Muhammad dengan kenabian Musa. Muhammad sendiri yang kerasulannya tak disertai tanda-tanda mukjizat tak pernah mengklaim dirinya nabi yang seperti Musa, tapi Ahmed Deedat yang barusan lahir kemarin sore tahu-tahu mengungkapkan bahwa Muhammad itu seperti nabi Musa. Buku "The Choice", Ahmed Deedat.

1. Karena YESHUA disebut TUHAN, maka yang seperti Musa adalah Muhammad.

Ahmed Deedat mensyaratkan YESHUA harus TUHAN, maka Muhammad bisa nabi yang seperti Musa. Jika YESHUA bukan TUHAN, maka Muhammad tidak bisa seperti nabi Musa. Padahal umat Islam keberatan jika YESHUA itu disebut TUHAN. Umat Islam lebih nyaman jika YESHUA atau ISA itu nabi biasa.

Nah, jika setuju YESHUA itu TUHAN, mengapa kaum Muslim tidak beribadah kepadaNYA? Padahal "TUHAN" itu sumbernya nabi, lebih dari nabi, maka jika ada yang lebih tinggi bukankah yang lebih rendah menjadi tenggelam?

Dan jika di Ulangan 18:15 nabi Musa memerintahkan: "dialah yang harus kamu dengarkan", maka nabi itu lebih besar atau lebih kecil atau sejajar dengan Musa?

2. Karena YESHUA mati untuk dosa manusia, maka yang seperti Musa adalah Muhammad.

Jika YESHUA mati untuk dosa manusia, maka mengapakah kita mengharapkan Muhammad yang tidak mati untuk dosa manusia?

# Saya juga mati bukan untuk menebus dosa manusia, sama seperti Muhammad.

3. Karena YESHUA mati 3 hari, maka yang seperti Musa adalah Muhammad;

Jika ada yang matinya hanya 3 hari mengapa memilih yang matinya tahan lama?

# Saya kalau mati ya nggak bangkit-bangkit, sama seperti Muhammad.

4. Karena YESHUA tidak berayah(hanya beribu Maria saja), maka yang seperti Musa adalah Muhammad;

Siapa bilang YESHUA tidak berayah? Justru YESHUA mempunyai 2 ayah; di dunia dan di sorga. Di dunia ayahnya adalah: Yusuf, sedangkan di sorga ayahNYA adalah ELOHIM SEMESTA ALAM.

Luk. 1:32Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

# Saya juga berayah-ibu seperti kebanyakan orang, sama seperti Muhammad.

5. Karena YESHUA tidak kawin, maka yang seperti Musa adalah Muhammad;

Siapa bilang YESHUA tidak kawin? Yang benar YESHUA belum kawin. Di akhir zaman nanti ELOHIM YAHWEH akan mengawinkanNYA dengan jemaatNYA;

Why. 19:7Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

2Kor. 11:2Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Mau tahu jumlah istrinya? Jika Muhammad istrinya hanya 27, YESHUA istrinya bermilyar-milyar.

# Saya juga kawin dan mempunyai anak, sama seperti Muhammad.

6. Karena kelahiran YESHUA ajaib, maka yang seperti Musa adalah Muhammad;

Jika ada yang mempunyai tanda ajaib di kelahirannya, mengapa pilih yang biasa-biasa saja?

# Saya juga kelahirannya biasa-biasa saja, sama seperti Muhammad.

7. Karena YESHUA ditolak oleh bangsaNYA sendiri, maka yang seperti Musa adalah Muhammad;

Jika penolakan bangsa Yahudi terhadap YESHUA sudah dinubuatkan berkali-kali oleh berbagai nabi, bukankah itu merupakan sebuah jalan hidup yang memang harus dilaluiNYA, dan itu menyatakan kebesaranNYA karena jalan hidupNYA sudah diumumkan ratusan bahkan ribuan tahun sebelum kejadiannya;

Luk. 24:26Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"

Dan oleh penolakan bangsa Yahudi itulah Injil ditawarkan ke bangsa-bangsa lain, sehingga YESHUA bisa menjadi TUHAN bagi segala bangsa, bukan hanya bagi bangsa Yahudi saja;

Kis. 13:46Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

Dan justru di sini Muhammad tidak seperti Musa, sebab Musa hanya diterima bangsanya sendiri saja, sementara Muhammad diterima oleh bangsa-bangsa seluruh dunia.

8. Karena kerajaan YESHUA bukan dari dunia ini, maka yang seperti Musa adalah Muhammad;

Yoh. 18:36Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."

Jika Kerajaan YESHUA adalah Kerajaan ELOHIM YAHWEH yang kekal selama-lamanya, mengapa kita memilih kerajaan duniawi yang akan binasa?

9. Karena YESHUA tidak menyampaikan ajaran yang baru(tidak mengubah Hukum Taurat), maka yang seperti Musa adalah Muhammad(Musa dan Muhammad sama-sama menyampaikan ajaran yang baru);

Siapa bilang Muhammad mengajarkan ajaran yang baru?

QS. 42:13 

Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.


QS. 45:18  

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.



HSB  1501: “Semua NABI-NABI itu bersaudara karena SEKETURUNAN. Ibunya berlainan sedangkan agamanya Satu.”

QS. 5:68  

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, dan Injil, yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu".



10. Karena kematian YESHUA tidak wajar(disalibkan), maka yang seperti Musa adalah Muhammad;

Sekalipun bukan kematian yang wajar, jika kematian itu memiliki nilai kemuliaan yang sangat besar seperti kematian para pahlawan, mengapa kita memuliakan yang bukan pahlawan?

Yesaya
53:3Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
53:4Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
53:6Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

11. Karena YESHUA naik ke sorga, maka yang seperti Musa adalah Muhammad(sama-sama masih dikuburan);

Yah, mengapa memilih yang masih tertahan di kuburannya? Dan Ahmed Deedat kurang cermat membaca riwayat nabi Musa, sebab nabi Musa mati tapi tidak mempunyai kuburan dan sudah bersama-sama dengan nabi Ilyas(Elia) di sorga;

Ul. 34:6Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.

Matius
17:3Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
17:4Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

Dan dinubuatan nabi yang seperti Musa, justru TUHAN memberikan tanda tentang nabi yang tidak pernah diutusNYA, bahwa nabi itu harus mati;

Ulangan 18:20Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.

ELOHIM YAHWEH adalah Elohim Abraham, Elohim Ishak, Elohim Yakub dan Elohim Israel 12 suku, bukan Elohimnya Ismael atau Arab. Jadi, kalau ada Allah yang bukan Allah Israel, maka itulah Allah yang lain.

Kel. 3:6Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

12. Karena YESHUA berbangsa Yahudi, maka yang disebut saudaranya Yahudi adalah bangsa Arab;

Ulangan 18:15Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Firman itu diucapkan di tengah-tengah di antara 12 suku Israel. Tidak ada bangsa lain di kumpulan itu. Jika ada orang asing itu akan disebut bangsa Israel juga, sama seperti orang China yang menjadi WNI. Dan Firman itu menyatakan: "dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu". Bukankah 12 suku itu saudara-bersaudara?

Semua kita memang pasti akan mengatakan bahwa Ismael dengan Ishak itu sama-sama anaknya Abraham, sebab begitulah yang tertulis di Al Kitab. Tapi Al Kitab juga mencatat larangan menyebut Ismael sebagai keturunan Abraham;

Kejadian 21:12Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

Jadi, "haram" untuk menyebutkan Ismael itu sebagai anaknya Abraham, sebab begitulah Firman ELOHIM YAHWEH.

13. Karena YESHUA berbicara dengan kuasaNYA sendiri sedangkan Muhammad hanya menirukan firman Jibril, maka itulah firman yang ditaruh ke mulutnya;

Ulangan 18:18seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

Tapi tentang YESHUA telah lebih dahulu dituliskan bahwa FIRMAN itu telah menjadi Manusia;

Yohanes 1:14Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Kalau Firman TUHAN itu ditaruh di dalam mulut seseorang, maka orang itu akan berbicara sendiri, bukan didekte disuruh menirukan seperti Jibril yang menyuruh Muhammad menirukan. Jibril tidak ada di dalam diri Muhammad. Firman itu tidak menyatu. Tapi tentang YESHUA, Firman itu menyatu di dalam DiriNYA;

Yoh. 12:49Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

Hasil gambar untuk gambar para nabi