Selasa, 30 April 2019

SURAT KORINTUS YANG PERTAMA - Pasal 10

1 KORINTUS PASAL 10:

1.
10:1Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.
10:2Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.
10:3Mereka semua makan makanan rohani yang sama
10:4dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

Bangsa Israel yang dipimpin nabi Musa di padang gurun adalah anak-anak ELOHIM YAHWEH yang sah, sebab secara simbolis mereka juga telah dibaptis di laut Teberau dan juga dalam naungan awan yang melambangkan ROH KUDUS. Mereka makan roti dari sorga(Manna) yang adalah tubuh YESHUA ha MASHIA, dan minum air dari batu karang yang adalah YESHUA ha MASHIA;

Yohanes
6:32Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
6:33Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
6:34Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
6:35Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Yoh. 4:14tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

Semua orang yang dibawa pimpinan nabi Musa itu sama derajatnya.

2. 10:5Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.

Tapi sebagian besar dari antara mereka dibinasakan ELOHIM YAHWEH di padang gurun. Sekalipun disebut "anak", ELOHIM YAHWEH tak segan-segan membinasakan mereka yang jahat. Termasuk dari antara 12 murid YESHUA ha MASHIA, Yudas Iskariot terpaksa dibuang karena kejahatannya.

3.
10:6Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
10:7dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria."
10:8Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.
10:9Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.
10:10Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.
10:11Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

Semua itu harus menjadi peringatan bagi kita supaya kita tidak melakukan kejahatan yang sama, sehingga Kekristenan kita menjadi sia-sia.

4. 10:12Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Saat ini semakin hari semakin banyak jumlah orang Kristen. Banyak orang berduyun-duyun menjadi Kristen sehingga gereja di mana-mana selalu penuh. Semua orang Kristen begitu bersemangat ibadahnya. Mereka menyanyi dengan suara keras dan menari-nari dengan penuh semangat. Setiap hari berdoa sepuluh kali bahkan sebelas kali. Setiap hari membaca Al Kitab, bahkan berbagai versi Al Kitab mereka pelajari. Ketika hari Minggu, pagi-pagi sekali mereka sudah bangun dan bergegas ke gereja. Dan jika dimintai sumbangan membangun gereja, maka seluruh hartanya dipersembahkan ke gereja. Itu sebabnya berkat TUHAN melimpah. Dalam sekejap membeli rumah lagi, dalam sekejap membeli mobil lagi. Rejeki melimpah!

Tapi apakah semua itu sudah teruji? Sebab kalau keadaan aman dan nyaman, anak kecilpun bisa seperti itu. Dibelikan mainan, dikasih es krim, dikasih uang jajan, pasti anak itu akan baik-baik sama papa-mamanya. Tapi apa yang terjadi jika di saat bermain-main mendadak mamanya menyuruh bubar dan belajar?

Ketika menjadi murid YESHUA ha MASHIA tidak lagi aman, karena ada kabar-kabar para imam Yahudi hendak menangkapNYA, Yudas Iskariot menyelamatkan dirinya dengan menjual TUHAN-nya seharga 30 keping perak. Dan ketika YESHUA ha MASHIA benar-benar ditangkap, Al Kitab mencatat bahwa para murid lari sendiri-sendiri. Bahkan rasul Petruspun sampai menyangkali 3 kali.

"Apakah kamu murid YESHUA ha MASHIA?" Rasul Petrus bersumpah tak mengenalNYA. Tadinya ada 12 orang yang setiap hari bersama-sama YESHUA ha MASHIA. Tapi di hari penangkapanNYA, ternyata tak ada seorangpun yang tampak batang hidungnya.

Orang yang tidak tahan uji digambarkan dalam perumpamaan ELOHIM YESHUA seperti benih yang jatuh dan tumbuh di bebatuan;

Matius
13:20Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
13:21Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.

Karena itu jangan bangga dengan jumlah banyak dan semangat ibadah yang menggebu-gebu.

5. 10:13Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Jika kita dicobai, ingatlah bahwa bukan ELOHIM YAHWEH yang melakukannya. DIA tidak mungkin mencobai kita sebab DIA sendiri juga tidak mau kita cobai. Tetapi ELOHIM YAHWEH mengijinkan iblis, sebab iblis berprasangka ibadah anda itu karena diberkati ELOHIM YAHWEH.

Ayub
1:9Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?
1:10Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
1:11Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."
1:12Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.

Untuk menguji kebenaran prasangka iblis itulah ELOHIM YAHWEH mengijinkan anda dikerjai oleh iblis; "Apa sih sebenarnya motovasi anda rajin ke gereja itu? Apakah dengan tidak mendapatkan apa-apa dari ELOHIM YAHWEH anda itu rajin ke gereja?" Wuih, rasanya semua orang juga kepingin tahu apa sesungguhnya isi kepala anda yang sebenarnya.

Satu hal yang Al Kitab tandaskan adalah bahwa dalam setiap pencobaan pasti disediakan jalan keluar. Sebab ELOHIM YAHWEH tidak berniat membunuh anda. Karena itu disediakan jalan keluar yang bisa membebaskan anda dari pencobaan itu.

Salah satu jalan keluar itu adalah MENERIMA NASIB. Jika segala usaha dan doa sudah dilakukan, kita harus menetapkan waktu kapan waktunya kita harus pasrah;

Ketika raja Daud berzinah dengan Batsyeba, lahirlah seorang anak. Anak itu jatuh sakit membuat raja Daud berkabung. Dia berdoa, berpuasa dan tidur di tanah sebagai tanda kesedihan hatinya. Tapi anak itu tetap mati. Semua pegawai raja Daud ketakutan jika raja Daud akan emosi karena kesedihannya yang mendalam. Ternyata semua orang salah menduga; raja Daud justru mengakhiri perkabungannya setelah anak itu mati;

2Samuel
12:18Pada hari yang ketujuh matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai Daud takut memberitahukan kepadanya, bahwa anak itu sudah mati. Sebab mereka berkata: "Ketika anak itu masih hidup, kita telah berbicara kepadanya, tetapi ia tidak menghiraukan perkataan kita. Bagaimana kita dapat mengatakan kepadanya: anak itu sudah mati? Jangan-jangan ia mencelakakan diri!"
12:19Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya berbisik-bisik, mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu Daud bertanya kepada pegawai-pegawainya: "Sudah matikah anak itu?" Jawab mereka: "Sudah."
12:20Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.
12:21Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: "Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!"
12:22Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup.
12:23Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."

Jangan berusaha terus seperti kata dunia: "pantang menyerah". Justru kita jangan pantangkan untuk menyerah. Di titik tertentu ELOHIM YAHWEH seolah berkata: "Menyerahlah kamu, jangan melawan kehendakKU".

ELOHIM YESHUA juga berdoa 3 kali untuk memohonkan pembebasan dari jalan salib. Permohonan 3 kali itu DIA nilai sudah cukup, maka akhirnya DIA menyerah pada kehendak BAPANYA;

Matius
26:44Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
26:45Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

Jadi, hal yang bisa anda tanggung ketika menghadapi pencobaan yang berat adalah: menyerah pada kehendak TUHAN. TUHAN tidak menjanjikan mencabut pencobaan itu, tapi TUHAN lebih suka melihat anda menghadapinya, dan TUHAN yang kehendakNYA anda terima itu akan mendukung anda dengan kekuatan dan kemenangan untuk menanggungnya.

Hadiah "piala" menanti sang juara. Akhir dari pencobaan Ayub, ELOHIM YAHWEH memberkati Ayub 7 kali lipat dari semula. Apa sebab? Sebab Ayub pantas menerima "piala" itu.

Luk. 16:10"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

6.
10:14Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!
10:15Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan!

Pertimbangkanlah apa yang saya katakan di atas.

7.
10:16Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
10:17Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

Melalui perjamuan kudus kita dipersatukan dalam kekuatan ELOHIM YESHUA ha MASHIA. Bahwa kita memiliki kekuatan ELOHIM YESHUA ha MASHIA. Karena itu jangan takut dan jangan kuatir.

8. 10:18Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?
10:19Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu?
10:20Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.

Bahwa sekalipun kita tidak menyembah berhala, namun makanan yang dipersembahkan kepada berhala adalah untuk berhala, bukan untuk ELOHIM YAHWEH. Makanan itu telah diikatkan dengan roh-roh jahat, sama seperti perjamuan kudus kita yang diikatkan pada YESHUA ha MASHIA. Karena itu mengapakah kita harus memakan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala seolah-olah kita sedang kelaparan? Jika tidak perlu sebaiknya kita hindari. Bukan oleh sebab halal atau haramnya, tapi oleh sebab kita mempunyai beban sebagai orang-orang kudus.

9. 10:21Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.

Berdirilah yang teguh dalam barisan yang jelas.

10. 10:22Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?

Kepandaian kita janganlah dipergunakan untuk mengotak-atik Firman TUHAN, untuk berdalih atau untuk berbantah dengan TUHAN.

11.
10:23"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
10:24Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.

Sekalipun kita memiliki pengetahuan sebaiknya kita mempertimbangkan tingkah laku kita di hadapan orang-orang yang kita anggap bodoh.

12.
10:25Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.
10:26Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan."
10:27Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.
10:28Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: "Itu persembahan berhala!" janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani.

Kamu boleh berpura-pura tidak tahu tentang makanan itu dan memakannya. Tapi manakala ada seseorang yang memberitahukan bahwa itu persembahan berhala, sebaiknya tidak anda lanjutkan demi menjaga keberatan hati nurani orang itu. Anda harus mengalah.

13.
10:29Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberatan hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: "Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain?
10:30Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?"
10:31Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
10:32Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.
10:33Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.

Hindari menjadi orang Kristen yang egois yang seenaknya sendiri.

Hasil gambar untuk gambar bunga matahari

Senin, 29 April 2019

SURAT KORINTUS YANG PERTAMA - Pasal 9

1KORINTUS PASAL 9:

1. 9:1Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam Tuhan?

Sebagai orang bebas artinya tidak ada yang memaksanya menjadi rasul. Sekalipun YESHUA yang suruh, rasul Paulus masih mempunyai kebebasan untuk menolaknya. Sebagai orang bebas, rasul Paulus bukanlah pemberita Injil dari suatu denominasi manapun. Dia bukan hamba manusia.

2. 9:2

Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku.
9:3Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku.

Jika ada tuduhan-tuduhan dan kritikan terhadap diri kita, sekalipun menyinggung perasaan dan menyakitkan hati, kita boleh marah tapi jangan marah-marah. Marah menyatakan bahwa kita masih waras, masih mempunyai harga diri. Dalam marah kita memberikan pembelaan diri atau klarisifikasi yang objektif supaya masyarakat atau jemaat mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. Sebab jika didiamkan dengan alasan sabar, justru akan menyesatkan jemaat yang termakan isu-isu yang tidak benar. Tapi jika kita memang bersalah, sebagai orang Kristen, lebih-lebih sebagai penginjil, kita harus berani mengakui kesalahan dan meminta maaf, apapun resikonya. Tentang hal ini kita perlu mencontoh Ratna Sarumpaet, aktifis yang pernah berbohong mengaku dirinya dianiaya yang sebenarnya dia barusan melakukan operasi wajah yang membuat mukanya lebam-lebam. Tapi setelah ketahuan bahwa ceritanya tidak masuk akal, dia berani mengakui kebohongannya tanpa berbelit-belit.

Sedangkan kalau kita marah-marah, yaitu kemarahan yang meluap-luap, yang tidak terkendali, sehingga lebih banyak kemarahannya daripada klarisifikasinya, justru ini akan merugikan kita, membuat masyarakat atau jemaat kaget dengan temperamen kita yang tidak terkontrol. Reputasi kita bisa jatuh yang sekaligus membuat masyarakat atau jemaat lebih mempercayai isu-isu tersebut.

3. 9:4Tidakkah kami mempunyai hak untuk makan dan minum?

Bahwa seorang penginjil itu juga mempunyai kebutuhan-kebutuhan dasar hidup seorang manusia. Selama bukan berlebih-lebihan dengan mengenakan standart kesejahteraan masyarakat umumnya itu dibenarkan. Tapi jika sudah mengesankan kemewahan dan bergaya kesenangan itu sudah bukan penginjil lagi namanya. Sebaiknya beralih profesi saja daripada menjadi batu sandungan. Sebab sekalipun dari keluarga kaya dan memperoleh kekayaan secara halal, seorang penginjil perlu memberikan contoh membagikan hartanya ke fakir miskin. Bukan menumpuk harta tapi harus membagikan hartanya.

Jangan mengkhotbahkan kasih, kasih, kasih, tapi tak pernah kelihatan berbagi. Jangan memperlihatkan berbagi tapi kenyataannya semakin kaya. Sebab kalau berbagi harusnya semakin berkurang hartanya, kecuali sulapan.

Seorang penginjil atau pendeta itu harusnya meneladankan pola hidup sederhana dan mengajarkan jemaatnya hidup sederhana, bukan malah bersaing mewah-mewahan.

4. 9:5

Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas?
9:6Atau hanya aku dan Barnabas sajakah yang tidak mempunyai hak untuk dibebaskan dari pekerjaan tangan?

Rasul Paulus menunjukkan dirinya yang sudah bekerja totalitas untuk Injil, yang sudah mengabaikan segala keduniawian, segala kesenangan, segala hak-haknya, bahkan mengabaikan keselamatan nyawanya, namun mengapa masih dicurigai hidup secara keduniawian?

5. 9:7Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu?

Kalau negara membutuhkan prajurit, ya negaralah yang menanggung biayanya. Kalau orang menanam anggur, ya haknya untuk menikmati buahnya. Dan kalau orang menggembalakan domba, ya haknya untuk menikmati keuntungan dari domba itu. Kata YESHUA ha MASHIA: setiap pekerja patut mendapatkan upahnya(Matius 10:10). Mendapatkan upah itu halal. Tapi sekalipun demikian rasul Paulus mengabaikannya. Bukan upah yang dia pikirkan tapi kerjanya. Bukan berapa upahnya, tapi seberapakah dia telah bekerja untuk kemuliaan TUHAN.

6. 9:8Apa yang kukatakan ini bukanlah hanya pikiran manusia saja. Bukankah hukum Taurat juga berkata-kata demikian?

Perhitungan soal upah bukanlah buah pikiran manusia saja, tapi Hukum Taurat juga mengatur itu. Bahkan tujuan ELOHIM YAHWEH memungut persembahan persepuluhan dari 11 suku Israel itu adalah untuk memberikan kesejahteraan para imam Lewi;

Bil. 18:21Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.

7. 9:9

Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" Lembukah yang Allah perhatikan?
9:10Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.
9:11Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah, kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu?

Berlebih-lebihankah jika rasul Paulus memintai sumbangan ke mereka?

8. 9:12Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus.

Keinginan untuk menarik sumbangan dari mereka rasul Paulus batalkan dengan maksud supaya pemberitaan Injil bisa berjalan lebih leluasa.

9. 9:13

Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu?
9:14Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.
9:15Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya akupun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga!

Sebagai profesional, lebih baik mati daripada tidak bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Pekerjaan yang menjadi fokus utamanya.

10. 9:16Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

Saya sangat menjiwai itu, bahwa menjadi penginjil bukanlah profesi yang layak dibanggakan. Sebagai manusia rugi jika menjadi penginjil. Banyak sekali keinginan-keinginan daging yang harus saya salibkan, yang tidak boleh saya nikmati supaya jangan menjadi batu sandungan. Saya tidak boleh mendidik orang tanpa mendidik diri sendiri lebih dahulu. Saya tidak boleh mencontohkan kehidupan Kristen yang Al Kitabiah pada orang lain, seperti: "contohlah si A", tapi contoh itu harus ada pada saya.

Ketika Al Kitab berkata: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan ELOHIM YAHWEH", saya terbukti miskin. Ketika Al Kitab berkata: "Lebih baik tidak kawin", saya terbukti tidak kawin. Ketika Al Kitab berkata: "Jangan membawa emas dan perak dalam perjalanan", saya bisa membuktikan itu. Bahkan seluruh ayat dalam Matius pasal 10 yang merupakan persyaratan untuk seorang penginjil, seluruhnya bisa saya penuhi 100%.

Memang semua itu bukan hal yang menyenangkan. Tapi saya bersyukur bahwa saya bisa termasuk dalam jajaran Al Kitab, dan mustahil pekerjaan menginjil ini akan saya tukarkan dengan apapun yang ada di dunia ini. Ini bukan sekedar Kristen, tapi Al Kitabiah. Kalau menjadi orang Kristen itu gampang sekali. Ada 2,4 milyar orang yang sudah bisa masuk Kristen.

11. 9:17Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.

Menjadi penginjil karena keinginan atau cita-cita diri sendiri, itulah yang terjadi di kalangan pendeta saat ini. Itu sebabnya mereka memperhitungkannya dengan upah. Sebab cita-cita itu sendiri munculnya karena dirangsang adanya upah yang besar. Tapi saya, seperti halnya para nabi dan rasul, menjadi penginjil ini berdasarkan perintah ELOHIM YAHWEH;

Matius 28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Saya membaca itu adalah perintah, bukan anjuran. Karena itu celakalah saya kalau saya tidak menurutinya.

12. 9:18Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Benar sekali, jiwa saya juga berpikir bahwa upah saya adalah diijinkannya saya menjadi penginjil tanpa upah. Sebab jika saya menerima upah dari penginjilan ini, maka saya bukanlah penginjil. TUHAN tidak akan mengakui saya penginjil karena sudah diupah. Tapi selama upah saya belum dibayar, maka selama itu pulalah saya adalah penginjil. Sebab berdasarkan Matius 28:19 itu tidak disebutkan tentang upah.

Kalau anda pegawai departemen sosial yang diberi tugas membagi-bagikan uang dari Jokowi kepada fakir-miskin, anda bukanlah orang baik, sebab itu pekerjaan yang sudah ada gajinya. Tapi kalau anda membagi-bagikan uang anda sendiri, barulah anda memenuhi syarat untuk disebut orang baik. Anda berhak menagih pahala pada Allah. Tapi pegawai departemen sosial mana bisa menagih pahala pada Allah?!

13. 9:19Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

Bukankah posisi saya bebas terhadap anda? Artinya, saya bebas menjadi diri saya sendiri, sehingga ketika saya menerima penghinaan saya akan melawan dan memaki-maki anda, sebab saya orang bebas. Tapi saya menjadikan diri saya sebagai hamba yang melayani.

14. 9:20

Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
9:21Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
9:22Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.

Sebagai pengajar kita harus menyesuaikan ajaran kita terhadap kemampuan orang yang kita ajar, supaya ajaran kita bisa masuk dan diterima oleh nalarnya. Ketika berbicara dengan orang Hindu, kita harus menyesuaikan dengan nalar orang Hindu. Ketika berbicara dengan orang Katolik, kita harus menyesuaikan dengan nalar orang Katolik. Ketika berbicara dengan orang Islam, kita harus menyesuaikan dengan nalar orang Islam. Ketika berbicara dengan anak kecil, kita jangan mengajaknya masuk ke nalar kita, nggak nyambung jadinya.

15. 9:23Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Semua ini saya lakukan karena Injil, supaya saya mendapat bagian di dalamnya. Maksudnya, supaya saya benar-benar layak disebut penginjil. Apa syaratnya seorang penginjil kita penuhi. Supaya jangan muncul istilah: "penginjil KTP" atau penginjil karbitan. Supaya penginjil di mata TUHAN, bukan di mata manusia saja.

1Korintus 9:27Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

16. 9:24Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

Jadilah yang benar, jadilah yang profesional dalam bidang apa saja. Jangan cuma menjadi peserta, tapi jadilah pemenangnya.

17. 9:25

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
9:26Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
9:27Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Supaya jangan ditolak karena tidak memenuhi syarat.

Hasil gambar untuk gambar profesional


Minggu, 28 April 2019

SURAT KORINTUS YANG PERTAMA - Pasal 8

1 KORINTUS PASAL 8:

1. 8:1Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.

Ketika rasul Paulus mulai diterima oleh ke-12 rasul dan memberikan kesaksian tentang perkembangan bangsa-bangsa lain yang masuk Kristen, rasul Paulus merasa terganggu dengan desakan orang-orang Yahudi yang menyuruh bangsa-bangsa lain yang masuk Kristen disunat. Kelihatannya para rasul yang di Yerusalem juga masih bingung menetapkan apakah ajaran Hukum Taurat masih harus dikenakan ke ajaran Kristen atau sudah berakhir di kematian YESHUA ha MASHIA? Maka mereka mengadakan rapat dan memutuskan;

Kisah 15:7

Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
15:8Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
15:9dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
15:10Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
15:11Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."
15:20

tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.
15:21Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Mereka membuat surat keputusan yang kemudian disebarkan ke seluruh jemaat yang salah satu isinya adalah melarang makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala. Mungkin keputusan inilah yang dijalankan oleh Apolos ketika ia mengajar jemaat-jemaat, dan itu bertentangan dengan rasul Paulus yang mengijinkan, sehingga terpecah-pecahlah jemaat, ada yang setuju dengan Apolos dan ada yang setuju dengan rasul Paulus.

Jika rasul Paulus mengijinkan makan daging persembahan berhala, mengapa itu tidak disampaikannya ketika persidangan para rasul sehingga tidak menimbulkan ajaran yang berbeda-beda? Mungkin waktu itu pikiran rasul Paulus masih belum terbuka dan mungkin dia sendiri masih sedang menggumulkannya.

Yang seorang melarang, yang seorang lagi mengijinkan. Masing-masing pihak merasa mempunyai pengetahuan dan menjadi sok tahu. Perbedaan pandangan demikian harusnya bisa diperdebatkan dengan tetap menjaga kesatuan jemaat, tapi mereka malah menjadikannya permusuhan. Perbedaan pendapat jika diselesaikan secara akal sehat tanpa baper(bawa perasaan) itu sangat baik untuk kematangan intelektual jemaat. Tapi jika perasaan yang dibawa-bawa akan menyingkirkan akal sehat, maka yang terjadi adalah permusuhan.

Perasaan dengan logika itu dua unsur yang berlawanan dan berbeda fungsinya. Perasaan itu fungsinya sebagai dasaran atau landasan logika. Sebab perasaan itu merekam kebiasaan dan cita rasa atau selera. Perasaan itu pasif dan monoton, tidak siap dengan dinamika, sedangkan logika itu aktif dan dinamis, selalu mengadopsi gagasan-gagasan baru.

Perasaan itu dilahirkan oleh logika menjadi rekaman kebiasaan. Apa yang dihasilkan oleh pikiran diterima oleh perasaan dijadikan rekaman kebiasaan. Dan setiap hasil pikiran yang baru atau pembaruan itulah yang akan mengubah perasaan atau cita rasa sehingga menjadi kebiasaan baru.

Penggunaan akal pikiran yang tanpa dilandasi oleh perasaan, itulah yang disebut: "tanpa perasaan". Sedangkan kalau perasaan saja tanpa dibangun oleh akal sehat, itulah yang disebut: "tak masuk akal". Penegakan hukum itu menggunakan logika saja tanpa perasaan. Hukum tidak mengenal belas kasihan. Sebaliknya hawa nafsu atau cinta atau selera itu tidak menggunakan akal sehat. Itu sebabnya membabibuta. Kedua hal itu perlu diperpadukan supaya menghasilkan kebijaksanaan atau kearifan. Supaya tidak semata-mata menegakkan hukum saja tapi masih menyisakan perikemanusiaan atau perasaan kasih sayang.

Dalam kebenaran, kebenaran itu termasuk hukum. Karena itu kebenaran harus ditegakkan dengan akal sehat 100%. Setiap perbedaan pendapat harus diselesaikan secara akal sehat 100%, supaya menjadi suatu hukum yang berketetapan. Tapi dalam prakteknya harus ditegakkan berlandaskan perasaan. Bunyi hukum harus dijaga kemurniannya, jangan mengubah-ubah bunyi hukum. Tapi dalam penegakannya harus fleksibel, memberikan kuasa menghakimi pada ELOHIM YAHWEH, bukan menggantikan posisi ELOHIM YAHWEH dengan menghakimi sesamanya. Itu sebabnya hukum wajib dibacakan setiap ada pertemuaan jemaat.

Kis. 15:21Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Menurut hukumnya dilarang mencuri. Tapi jika anda mencuri itu urusannya dengan TUHAN, bukan dengan saya. Bunyi hukumnya tetap tapi kita praktekkan secara fleksibel dengan mengedepankan kesatuan jemaat. Jangan kita pergunakan untuk menghakimi lalu berkata: "Kamu pencuri. Najis".

1Yoh. 2:1Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.

Ada hukum ada pengampunan. ELOHIM YAHWEH mempunyai hukum tapi juga mempunyai pengampunan. Pengampunan disediakan untuk pelanggaran hukum. Jika hukum saja tanpa ada pengampunan, maka dunia ini sudah kiamat sejak Adam dan Hawa berdosa. Sebaliknya jika tanpa hukum, melainkan pengampunan saja, maka ELOHIM YAHWEH tak perlu membuat Al Kitab dan tak perlu adanya neraka. Adanya pengampunan menyatakan hukum itu sulit. Mentaati hukum itu hal yang sulit. Di sini kita membutuhkan pertolongan TUHAN, yaitu pengampunan.

2. 8:2Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.

Adanya perpecahan dalam jemaat di Korintus memberitahukan bahwa pengetahuan mereka belum mencapai kesempurnaan. Mereka hanya tahu hukum saja, tapi mereka masih belum tahu cara penggunaannya. Seperti mereka memegang pisau dan tahunya pisau itu untuk membunuh saja. Mereka tak tahu yang lebih dari itu.

3. 8:3Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.

Orang yang dikenal ELOHIM YAHWEH adalah orang yang mengerti jalan pikiran ELOHIM YAHWEH. Banyak orang mengenal Jokowi, tapi apakah Jokowi mengenal mereka? Sebab orang yang dikenal Jokowi pasti tahu karakter Jokowi yang sebenarnya. Orang yang mengenal Jokowi bisa berkata: "Jokowi curang", tapi orang yang dikenal Jokowi akan berkata: "Jokowi tidak mungkin curang".

Orang di Korintus hanya tahunya hukum: "Jangan makan persembahan berhala". Tapi apakah mereka tahu bahwa ELOHIM YAHWEH tak menghendaki perpecahan oleh keberadaan hukum itu? Apakah ELOHIM YAHWEH memberikan hukum itu supaya sesama jemaat saling menghakimi?

4. 8:4Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."

Bagi orang Katolik, patung itu Tuhan Yesus. Karena itu orang Katolik menyembahnya. Apakah kita juga menganggapnya itu Tuhan Yesus? Jika bagi kita itu adalah patung, bukan Tuhan Yesus, maka bagi kita berhala itu tidak ada. Kita tidak mungkin akan menyembah patung, sebab itu bukan Tuhan Yesus.

Nah, kalau bagi kita berhala itu tidak ada karena kita tidak mengimani berhala, maka daging sapi ya masih tetap daging sapi, bukan menjadi daging berhala. Karena itu mengapa tidak kita makan? Justru kalau kita tidak memakannya karena beranggapan itu daging berhala, maka kita termasuk mengimani berhala itu. Kita menjadi mengakui berhala itu ada.

Sama dengan ucapan selamat natal. Jika kita mengucapkan "selamat natal" kepada orang GKI, itu sama artinya dengan kita mengakui keberadaan natal. Dan jika kita mengakui keberadaan natal, maka kita sudah sama dengan anggota GKI.

Saya pernah berdiskusi di sarang FPI dan ditanya: "Apakah saudara percaya Muhammad itu rasulallah?" Saya jawab: "Kalau saya mengakui kerasulan Muhammad, maka saya Islam. Tapi saya Kristen, pak". Jika saya mengakui kerasulan Muhammad konsekwensinya saya harus mengikuti ajarannya.

5. 8:5

Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian--
8:6namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Memang benar di dunia ini ada banyak allah dan banyak tuhan. Tapi kita menyembah ELOHIM YAHWEH karena bagi kita DIA-lah yang terbesar dari antara segala allah dan tuhan itu. Karena itu bagi kita semua allah dan tuhan itu kecil artinya, nggak berarti apa-apa, sebab kita sudah memegang yang lebih besar. Tapi bagi mereka para dewata itulah yang terbesar, sebab mereka masih belum tahu dengan ELOHIM YAHWEH yang lebih besar. Seandainya mereka tahu adanya ELOHIM YAHWEH, mereka pasti akan berpindah ke ELOHIM YAHWEH. Mungkin mereka sudah tahu nama ELOHIM YAHWEH, tapi mereka masih belum mengimani bahwa itu yang terbesar. Bagi mereka ELOHIM YAHWEH itu kecil, masih lebih besar dewa-dewa mereka.

Karena itu kalau anda takut memakan daging sapi yang telah dipersembahkan kepada berhala, itu sama artinya dengan anda takut dengan berhala itu. Anda tidak menunjukkan kebesaran ELOHIM YAHWEH jika anda takut dengan berhala.

Jika demikian ajaran rasul Paulus, bukankah rasul Paulus bertentangan dengan kelompok 12 rasul? Benar! Memang ada pertentangan tajam antara kelompok rasul Paulus dengan rasul Petrus. Apakah pertentangan itu menyatakan ada yang salah dengan ajaran Kristen? Tidak! Sebab tugas mereka memang berbeda. Ke-12 rasul ditugaskan untuk memelihara orang-orang Yahudi, sedangkan rasul Paulus untuk menjangkau bangsa-bangsa lain.

Al Kitab tetap membagi bangsa-bangsa ke dalam 2 kelompok, yaitu: Yahudi dan non Yahudi. Adanya perbedaan kebangsaan ini mau tidak mau memberitahukan adanya perbedaan perlakuan;

Kisah 15:19Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,

Terhadap bangsa-bangsa lain diberikan kelonggaran. Artinya untuk yang Yahudi tidak ada kelonggaran. Misalnya; jika sunat tidak dilarang juga tidak diharuskan, mengapa yang Yahudi harus menghilangkan sunat? Jika makan babi tidak dilarang dan juga tidak diharuskan, mengapa yang Yahudi harus makan babi? Jika daging persembahan berhala boleh dimakan dan boleh tidak dimakan, mengapa yang Yahudi harus memakannya?

Itu dibuktikan dari rasul Paulus yang menyuruh muridnya Timotius disunat, sebab ibunya Yahudi dan ayahnya Yunani, sekalipun rasul Paulus sudah menyatakan bahwa sunat atau tidak sunat itu tidak penting;

Kisah 16:2

Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium,
16:3dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.

Dan inilah perkataan rasul Petrus tentang rasul Paulus;

2Petrus 3:15Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Rasul Petrus mengakui kekhususan hikmat yang dikaruniakan kepada rasul Paulus, bahwa hikmat mereka berbeda, maka ajaran mereka juga berbeda.

6. 8:7Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.

Banyak orang yang dikendalikan oleh perasaan atau hati nuraninya sehingga menganggap berhala apa yang sebenarnya bukan berhala. Tapi kalau kita mau berpedoman pada akal pikiran, maka kita akan menemukan kebenarannya bahwa itu bukanlah berhala.

Untuk mendapatkan kebenaran pergunakanlah akal pikiran, jangan menggunakan perasaan. Perasaan harus dikalahkan oleh logika. Apa yang tidak masuk akal harus digantikan dengan yang masuk akal.

Rm. 12:2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

7. 8:8"Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."

Karena makanan tidak menyelamatkan, maka untuk apa dipermasalahkan sedemikian rupa? Baiknya masing-masing orang berdiri di atas keyakinan masing-masing. Dalam meyakini jangan sampai ada kebimbangan, sebab kebimbangan itu akan menyebabkan dosa. Jika meyakini itu haram, ya jangan dimakan. Kalau menganggap haram tapi memakannya, itu menjadi dosa bagi diri sendiri. Tidak konsisten. Sebaliknya jika meyakini itu halal, ya makanlah, sebagai bukti bahwa itu memang halal. Jangan sampai menganggap halal tapi masih ketakutan memakannya.

Pandangan saya tentang babi; babi itu halal tapi saya memilih tidak memakannya. Saya tidak memakannya sebagai pilihan saya atas 2 kelas; makan babi itu baik, tapi lebih baik tidak makan babi.

8. 8:9Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.

Jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah. Maksudnya, jika ada orang yang mengharamkan suatu makanan, jangan diejek atau dipaksa mengikuti keyakinanmu. Soal makanan tidak usah dibahas, tidak usah diperpanjang, tidak usah dijadikan persoalan. Pengetahuan anda yang lebih baik jangan disombongkan.

Berikan penjabaran, kemukakan pendapatmu tentang makanan itu tapi jangan dibakukan sebagai ajaran yang mengikat jemaat.

9. 8:10Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?

Pengetahuan yang menganggap berhala sebagai bukan berhala itu jika terlalu dibesar-besarkan dan ditangkap oleh yang lemah imannya dikuatirkan akan merusakkan keimanan orang itu. Jika patung Yesus yang kita sebut bukan berhala itu disalahmengertikan apakah tidak membuat orang berduyun-duyun masuk Katolik?

Jadi, untuk mengajar orang itu perlu disesuaikan dengan tingkatannya.

10. 8:11Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu.

Ajaran Kristen itu polanya kesederhanaan, termasuk dalam hal pengetahuan. Masih lebih aman menjadi orang bodoh, daripada menjadi orang pinter. TUHAN tidak menuntut keselamatan berdasarkan hikmat atau kepintaran, tapi berdasarkan iman.

Masih lebih aman berpikir berhala itu berhala daripada berpikir yang lebih maju berhala itu tidak ada. Masih lebih baik tidak memakan daging persembahan berhala, daripada memakannya. Selama bukan keharusan memakannya, mengapa dibahas?

11. 8:12

Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
8:13Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Rasul Paulus tidak makan daging, berarti vegetarian? Benar! Tapi apakah rasul Paulus mengajarkan vegetarian dan mengajarkan daging haram?

http://4.bp.blogspot.com/-shLrC9uysIk/UxaL8DYH5HI/AAAAAAAABhI/2bH4OeoD_zM/s1600/sesajen.jpg

Sabtu, 27 April 2019

SURAT KORINTUS YANG PERTAMA - Pasal 7

1 KORINTUS PASAL 7:

1. 7:1Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin,

Kalau ada laki-laki, entah masih perjaka maupun sudah duda yang memutuskan untuk tidak kawin, itu baik, bukan dosa. Baik kawin maupun tidak kawin itu sama-sama baiknya. Artinya, sekalipun manusia diciptakan berpasangan laki-laki dengan perempuan, namun tidak harus kawin. Tapi juga jangan dilarang kawin.

Memang sangat langka ada orang yang memutuskan tidak kawin, justru kebanyakan orang dirangsang untuk kawin banyak-banyak(poligami), kecuali mereka yang menghadapi masalah, seperti: idiot, wajah buruk sekali, perasaan rendah diri karena terlalu miskin, patah hati dan dikecewakan, alat kelaminnya bermasalah, kesulitan jodoh, trauma karena perkawinan orangtuanya, trauma karena perkawinannya sendiri, dan lain-lainnya. Rasanya tidak ada orang yang memutuskan tidak kawin karena hendak melayani TUHAN, seperti YESHUA ha MASHIA, nabi Daniel, rasul Paulus dan para imam dan suster Katolik. Tapi kalau yang di Katolik itu tidak kawin karena larangan dari Roma Katolik, bukan dari Firman ELOHIM YAHWEH.

Masa lalu yang pahit yang membuat trauma sehingga memutuskan untuk tidak kawin dan menjadi penginjil seperti saya dan rasul Paulus(mungkin), itu bukan masalah, bukan kenajisan untuk melayani TUHAN. Masa lalu yang pahit merupakan pengalaman untuk bahan perhitungan jika kelak timbul keinginan untuk putar haluan pada keinginan kawin. Itu penting sekali untuk mengokohkan pada keputusan semula, yaitu tidak kawin. Bahkan bagi saya masa lalu yang pahit itu merupakan tongkat gembala yang menggiring domba untuk menuruti kehendak sang gembala. Sebab jika tidak demikian, mungkin saya akan melanjutkan kawin dan tidak mungkin menjadi penginjil seperti sekarang ini.

Latar belakang masa lalu yang gelap dan dosa, bukanlah masalah bagi ELOHIM YESHUA ha MASHIA untuk menerima kita, mengampuni dan mengubahnya menjadi terang.

Dan tentang anjuran tidak kawin ini ELOHIM YESHUA ha MASHIA mengatakan;

Matius 19:10

Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."
19:11Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
19:12Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya. Yang termasuk di golongan ini mungkin orang-orang idiot, cacat dan mungkin alat kelamin yang bermasalah. Golongan ini tidak kawin bukan karena melayani TUHAN, tapi karena tidak memungkinkan kawin.

Lalu ada orang yang tidak kawin karena ada orang lain yang memperbuatnya. Ini bisa jadi karena patah hati atau orangtua yang tidak menyetujui perjodohannya. Tapi ada juga orang yang tidak kawin karena ingin melayani TUHAN. Dan TUHAN mengapresiasinya dengan mengatakan bahwa itu merupakan karunia dan hikmat.

Rasionalitasnya untuk mengambil keputusan tidak kawin itu jelas, yaitu pada tujuan perkawinan. Apa sih sebenarnya tujuan perkawinan itu? Untuk kebahagiaan atau untuk memperbanyak dosa? Sebab kenyataannya banyak perkawinan yang mengecewakan, menyakitkan hati dan malah menjadi neraka, sehingga tujuan-tujuan mulia itu tidak tercapai, malah bisa jadi semakin jauh dari tujuan itu.

2. 7:2tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.

Tapi kalau tidak kawin malah menimbulkan bahaya percabulan, ya sebaiknya kawin. Jika tidak dikaruniai kemampuan tidak kawin, karunia tidak kawin itu bisa diminta. Karunia apa saja bisa dimintakan pada TUHAN dan TUHAN pasti akan memberikannya dengan murah hati jika itu untuk kemuliaanNYA.

3. 7:3Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.

Kalau memutuskan kawin jangan melalaikan kewajiban masing-masing, baik suami maupun istri. Bahwa kewajiban suami adalah menafkahi istrinya, sedangkan kewajiban istri adalah melayani suaminya. Tapi zaman sekarang akibat emansipasi wanita di mana kaum wanita telah merasuki semua bidang pekerjaan, sehingga menimbulkan persaingan yang ketat, kodrat semula itu menjadi terbalik. Para istri yang bekerja mencari uang, sedangkan para suami yang bagian menggendong anak.

Itulah model pemerintahan dunia, selalu melawan ELOHIM YAHWEH. Sebaiknya orang-orang Kristen tidak ikut-ikutan arus, tapi menegakkan ketentuan TUHAN, bahwa laki-laki yang mencari uang, istri di rumah. Para perempuan yang sudah terlanjur memegang pekerjaan jika menyadari bahwa ini bukan kodratnya, sebaiknya mengundurkan diri dan memberikan posisinya kepada kaum laki-laki. Abaikanlah masalah uang dan kedudukan, berikan kehormatan pada pemerintahan ELOHIM YAHWEH.

Untuk kaum laki-laki yang tidak kebagian lowongan pekerjaan di kantoran, mengapa tidak beralternatif berwiraswasta?

Perempuan yang bekerja menganggap dirinya pintar dan hebat, padahal sesungguhnya adalah sangat bodoh. Tanpa sadar dia telah menambahi beban bagi dirinya sendiri yang sudah dikodratkan melahirkan dan membesarkan anak, malah ditambah dengan bekerja. Padahal jika terjadi kesalahan pendidikan pada anak-anak, ibulah yang ELOHIM YAHWEH tuntut pertama, bukan bapaknya.

Jika perempuan yang bekerja, laki-laki yang menjadi ringan. Sebab pekerjaan di rumah menggantikan istrinya itu bisa dianggap sama dengan pekerjaan yang seharusnya. Tapi perempuan tidak bisa menghindarkan diri dari melahirkan dan membesarkan anak-anak.

Perempuan yang bekerja dan menyerahkan pengasuhan anaknya pada orang lain, sekalipun itu ibunya sendiri, bagaimana disebut menyayangi anaknya? Cinta anak atau cinta uang, kedudukan, kesenangan dan gengsi? Jangan dibilang mencintai anak melalui uang, sebab cinta tidak bisa digantikan dengan apapun. Terlebih bagi anak-anak yang belum mengerti uang, kehadiran anda lebih dia butuhkan daripada uang.

Yang bisa dikecualikan adalah para janda. Sebab seorang janda terpaksa harus mengambil alih peran suaminya. Itu sebabnya ELOHIM YAHWEH mengaturkan kewajiban untuk menyantuni para janda dan yatim-piatu. Maksudnya adalah supaya kaum perempuan bisa tetap pada kodratnya;

Kis. 6:1Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.

Yak. 1:27Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Perempuan yang bekerja adalah pemberontak melawan ELOHIM YAHWEH, sedangkan laki-laki yang tidak bekerja adalah laki-laki yang tidak memenuhi kewajibannya. Mungkin ada kebijaksanaan TUHAN jika keadaan yang memaksa. Tapi itu "mungkin", menurut pikiran saya saja. Karena itu yang teraman adalah mematuhi semua ketentuan TUHAN.

Logikanya; apa namanya jika melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya? Misalnya, tanpa disuruh anda menggantikan pekerjaan teman anda sebagai kasir. Apa boleh? Dan apa pula namanya jika dikasih tugas tapi tidak dilaksanakan?

4. 7:4Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.

Itu artinya suami-istri tidak bebas melakukan kegiatan semau-maunya sendiri. Semua kegiatan harus dilakukan berdasarkan persetujuan pasangannya. Semua rencana harus dirundingkan bersama. Tanpa persetujuan bersama sama seperti surat yang tidak ditandatangani pak lurah. Surat itu tidak sah.

Catatan saya untuk para suami yang suka nongkrong di warung kopi atau bermain catur, itu juga harus seijin istrinya.

5. 7:5Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.

Tentu ini perlu dipertimbangkan untuk orang yang mau merantau, bekerja di luar kota atau luar negeri, supaya jangan semata-mata karena uang, karena ingin kaya lalu mengorbankan rumahtangganya. Silahkan dipikirkan masak-masak mana yang lebih penting antara keharmonisan rumahtangga dengan uang.

"Supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa". Jika suami-istri dalam keadaan terpisah, masing-masing menjadi mempunyai kesempatan untuk saling mendoakan, atau berdoa sendiri-sendiri. Sebab berdoa seorang diri seringkali lebih kusyuk, seperti yang dilakukan nabi Musa di gunung Sinai berbicara empat mata dengan ELOHIM YAHWEH, atau YESHUA ha MASHIA ketika hendak menghadapi salib;

Mat. 6:6Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Menurut saya perpisahan suami-istri jangan sampai lebih dari 3 bulan. Karena itu jika tuntutan pekerjaan sebaiknya jangan terlalu jauh jaraknya, kecuali mampu naik pesawat terbang dan bisa pulang sebulan sekali. Kalau tidak mampu membiayai transportasi, ya jangan jauh-jauh. Hargailah keharmonisan rumahtangga melebihi uang berapapun.

Dan suami-istri yang lengket terus, yang tidak pernah terpisah rasanya juga kurang baik. Misalnya bila terjadi salah satunya mati, itu akan membuat shock yang berkepanjangan. Kata orang apa yang berlebih-lebihan itu tidak baik, malah berbalik menjadi racun.

6. 7:6Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah.

Rasul Paulus mengijinkan suami-istri terpisah sementara waktu itu merupakan kebijaksanaan, bukan perintah. Boleh itu bukan harus.

7. 7:7

Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.
7:8Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.

Yang dimaksud dengan "orang-orang yang tidak kawin" adalah orang-orang yang melewati usia perkawinan atau istilahnya perjaka tua, perawan tua, janda-janda, duda-duda, terlebih lagi yang usianya sudah uzur, sebaiknya segera mengambil keputusan untuk tidak kawin, artinya menutup diri, bukan membuka diri mencari kesempatan kawin.

Lebih baik mengambil keputusan untuk melayani TUHAN, seperti saya atau rasul Paulus. Daripada mengharapkan sesuatu yang tak pasti, tak tahu kapan akan kawin dan akan kawin dengan siapa, lebih baik ambil yang terdekat dan pasti, yaitu melayani TUHAN. Dari pada sampai mati tidak menjadi apa-apa, mending sebelum mati menjadi penginjil. Dari pada kawin dan kepala pusing, lebih baik menikmati ketenangan jiwa sebagai penginjil.

Coba gali informasi suka-dukanya perkawinan dari orang-orang yang sudah kawin, lalu pertimbangkan baik-baik apakah sanggup mengatasi problem-problem yang terjadi.

8. 7:9

Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.
7:10Kepada orang-orang yang telah kawin aku--tidak, bukan aku, tetapi Tuhan--perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.

Sekalipun seorang suami juga tidak boleh menceraikan istrinya, kecuali karena istrinya berzinah, merupakan pantangan adalah seorang istri menceraikan suaminya. Dengan alasan apapun seorang istri tidak boleh menceraikan suaminya. Tapi dengan alasan tertentu(berzinah) suami masih boleh menceraikan istrinya. Maaf, ini keistimewaan seorang laki-laki. Kristen tidak mengenal emansipasi wanita.

Mat. 5:32Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Apapun yang terjadi dalam perkawinan, perempuan atau istri itu sudah mati untuk suaminya. Itu sebabnya ketika kawin perempuan menanggalkan namanya; dari namanya Siti menjadi Ny. Budi. Jadi, sekalipun suaminya kedapatan berzinah atau selingkuh, istri tidak berhak menuntut cerai. Beban perempuan memang lebih berat daripada laki-laki, sampai-sampai kesuciannya ditandai dengan selaput keperawanan. Tapi laki-laki tidak bisa dibedakan mana yang masih perjaka dengan mana sudah bukan perjaka.

Di zaman Perjanjian Lama, perempuan malah diobral oleh TUHAN;

2Samuel 12:7

Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.
12:8Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.
12:9Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.

Seandainya sejumlah istri masih kurang, ELOHIM YAHWEH akan menambahkan perempuan-perempuan, baik dari Israel maupun dari Yehuda. Tapi mengapa Daud menghina TUHAN dengan perzinahan terhadap Batsyeba. Itu yang disesalkan TUHAN.

Mengenai batasan laki-laki dengan perempuan ini sangat penting saya tandaskan dengan keras, sebab di zaman ini sudah dianggap terlalu biasa kesetaraan perempuan terhadap laki-laki. Ini Firman ELOHIM YAHWEH, jangan dianggap remeh dan ditenggelamkan oleh peradaban apapun. Firman ini masih menuntut untuk dipenuhi. Pada hari ini juga anda harus bertobat;

Ibrani 3:7

Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,
3:8janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,


9. 7:11Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.

Bisa jadi karena emosi atau khilaf sehingga terjadi seorang istri menceraikan suaminya, rasul Paulus menetapkan bahwa perempuan itu tidak boleh kawin dengan laki-laki lain. Yang boleh adalah balik kembali dengan suaminya itu.

Tapi sebaliknya, jika seorang suami sudah terlanjur menceraikan istrinya yang berzinah, dia tidak boleh kembali ke perempuan itu lagi. Dia boleh tidak menceraikan istrinya atau mengampuni istrinya, tapi jika sudah diceraikan jangan balik kembali. Jika balik kembali maka status perkawinannya menjadi zinah. Atau jika perempuan yang diceraikan itu kawin dengan laki-laki lainpun statusnya juga zinah. Tidak sah di mata TUHAN, tidak diberkati; najis.

Jadi, perempuan jangan main-main dengan perkawinannya, sebab peraturan TUHAN sangat keras sekali tentang perempuan. Ada banyak sekali larangan-larangan perempuan di dalam suatu jemaat yang saat ini sudah diambrukkan total oleh gereja-gereja Kristen, pendeta-pendeta palsu. Saya harus meluruskan lagi ini.

10. 7:12

Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia.
7:13Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.
7:14Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

Ayat ini memperbolehkan terjadinya perkawinan berbeda agama, yang saat ini justru dipantangkan oleh agama-agama. Selama pasangannya tidak menghalangi peribadatan pasangannya, perkawinan beda agama jangan dilarang. "Suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh istrinya yang beriman". Maksudnya, siapa saja yang tidak menentang kita, dia adalah teman kita;

Mrk. 9:40Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

Jadi, artinya "kudus" di situ adalah halal. Dikuduskan = disucikan = dibenarkan = tidak dipersalahkan = bukan hal yang najis. Kita tidak boleh mengucilkan. Tapi arti "kudus" di situ berbeda dengan arti "kudus" yang ditujukan untuk kita yang beriman pada YESHUA ha MASHIA. Kekudusan perkawinan beda agama hanya sebatas urusan duniawi saja, tidak mengandung keselamatan. Tapi kekudusan kita yang Kristen mengandung keselamatan akherat. Sebab keselamatan bersifat pribadi, bukan rombongan. Suami-istri, yang Kristen akan diselamatkan, yang tidak Kristen tidak diselamatkan;

Mat. 24:40Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;

11. 7:15Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.

Kalau suami-istri berbeda agama, jika yang bukan Kristen menuntut cerai diperbolehkan. Sekalipun pihak istri yang menuntut jika dia bukan Kristen, diperbolehkan. Hanya yang pihak Kristen jangan menceraikan pasangannya. Jika ada orang yang merasa tidak nyaman dengan peribadatan kita, dipersilahkan bercerai. Maksudnya, supaya peribadatan kita merdeka, tidak terhalangi.

12. 7:16Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu?

Perkawinan beda agama diijinkan sebab siapa tahu pasangan yang berbeda itu bisa diajak masuk Kristen? Sebab jika Injil harus dikabarkan kepada orang lain, mengapakah Injil tidak diberitakan kepada pasangan kita juga?!

13. 7:17

Selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat.
7:18Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.
7:19Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.
7:20Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah.

Untuk menjadi Kristen tidak perlu merubah keadaan. Yang perlu diubah adalah iman dan perbuatan, bukan keadaan. Karena itu ketika masuk Kristen sedang pacaran, segeralah kawin. Tapi ketika masuk Kristen masih belum mempunyai pacar atau belum kawin, alangkah baiknya mengambil keputusan untuk tidak kawin. Dan ketika masuk Kristen tidak sunat, jangan mau disuruh sunat. Atau, ketika masuk Kristen sudah sunat, tidak usah dihilangkan sunat itu.

Seperti apapun keadaan anda pada waktu masuk Kristen, tetaplah seperti itu.

14. 7:21

Adakah engkau hamba waktu engkau dipanggil? Itu tidak apa-apa! Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu.
7:22Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya.
7:23Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

Apakah anda karyawan sebuah perusahaan? Itu tidak apa-apa! Tetaplah sebagai karyawan. Tapi jika suatu ketika ada kesempatan untuk merdeka, misalnya habis masa kontrak kerjanya atau pensiun, sebaiknya jangan menjadi hamba manusia lagi. Jangan menjadi karyawan lagi, tapi berwiraswastalah dan menjadi hamba TUHAN. Jadilah tuan bagi diri sendiri, dan tuanmu hanya satu saja, yaitu YESHUA ha MASHIA, yang telah membeli kamu.

Mat. 4:19Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Yoh. 6:27Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

15. 7:24

Saudara-saudara, hendaklah tiap-tiap orang tinggal di hadapan Allah dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil.
7:25Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.
7:26Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.
7:27Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
7:28Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.

Kalau sedang pacaran atau tunangan, lanjutkan sampai perkawinan. Anda bebas untuk kawin maupun tidak kawin. Tapi yang jelas tidak kawin itu lebih ringan bebannya, tidak terlampau dipusingkan oleh banyak hal.

16. 7:29Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;

Kristen mengenalkan ajaran "seolah-olah" yang artinya tidak riil, tidak sebagaimana kenyataannya.

Iman sendiri adalah sesuatu yang tidak ada tapi yang harus kita perlakukan seolah-olah ada. Belum menerima seolah-olah sudah menerima. Itu menyatakan bahwa kita mempercayai pada janji-janji ELOHIM YAHWEH sebagai ya dan amin. Jika nyata tidak memerlukan kepercayaan lagi, bukan iman lagi namanya. Jika ELOHIM YAHWEH terlihat di depan mata, itu tidak memerlukan iman. Orang Atheispun takkan ada. Tapi karena kita mempercayai ELOHIM YAHWEH yang tak kelihatan itulah maka Atheis itu ada. Kita dengan Atheis menjadi berbeda karena berbeda pandangannya tentang hal-hal yang tak kelihatan.

Kalau anda kaya, anda harus seolah-olah orang miskin, yaitu tidak mempunyai apa-apa. Perasaan tidak mempunyai apa-apa inilah yang memungkinkan anda berbagi dengan sesama. Tapi manakala anda berposisi kaya, maka semua harta akan anda pertahankan mati-matian. Tidak mungkin anda berbagi.

Kalau anda miskin, anda harus seolah-olah kaya, yaitu serba berkecukupan. Perasaan berkecukupan inilah yang menyanggupkan anda untuk bersyukur kepada ELOHIM YAHWEH.

Kalau anda beristri, anda harus seolah-olah tidak beristri. Artinya, untuk TUHAN abaikanlah istri. TUHAN nomor satu, istri nomor dua. Maksudnya, peribadatan dan pelayanan anda kepada TUHAN jangan sampai diganjal oleh istri. Anda harus melawan istri yang menghalangi anda melakukan Firman TUHAN. Misalnya, anda hendak menolong orang atau memberi fakir-miskin. Tetap lakukanlah itu sekalipun tanpa persetujuan istri. Bukan diam-diam atau sembunyi-sembunyi. Setiap hal harus diberitahukan pada istri tapi persetujuannya abaikanlah. Sebab keselamatan itu secara perseorangan. Karena itu jangan sampai keselamatan anda ditentukan oleh istri anda. Anda bisa masuk neraka kalau Firman TUHAN tidak anda laksanakan karena dihambat istri.

Begitu pula sebaliknya, yang bersuami harus seolah-oleh tidak bersuami.

Luk. 14:26"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Arti membenci adalah tidak terikat. Kalau cinta itu mengikat. Urusan dengan TUHAN jangan sampai dihalangi oleh keluarga dan lain-lainnya.

17. 7:30dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;

Sekalipun kehidupan ini menyedihkan janganlah larut dalam kesedihan, dan sekalipun kehidupan ini menyenangkan janganlah larut dalam kegembiraan. Sekalipun anda membeli sesuatu janganlah merasa memilikinya. Sebab baik tanah maupun mobil yang anda beli takkan anda bawa mati.

18. 7:31

pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
7:32Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.
7:33Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,
7:34dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.

Anda pasti akan pusing jika ingin berbuat baik tapi terhalang oleh pasangan anda. Dan pusing masih mending, artinya anda masih mempunyai kekuatan untuk melawan. Yang gawat kalau anda tidak merasa pusing karena anda sudah mengikuti kejahatan pasangan anda.

19. 7:35

Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.
7:36Tetapi jikalau seorang menyangka, bahwa ia tidak berlaku wajar terhadap gadisnya, jika gadisnya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa, bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa.

Kalau kondisi memaksa anda harus kawin, kawinlah. TUHAN tidak melarang.

20. 7:37Tetapi kalau ada seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan gadisnya, ia berbuat baik.

Tapi kalau memungkinkan untuk memutuskan hubungan, sebaiknya putuskan hubungan itu. Asal maksudnya untuk TUHAN, bukan untuk mencari pasangan yang lainnya lagi. Lebih baik menyakiti orang saat ini dan sekali saja, dari pada setelah dijadikan istri disakiti setiap hari dan selama-lamanya.

21. 7:38Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.

Kawin itu baik, bukan dosa. Tapi kalau mau yang lebih baik adalah tidak kawin.

22. 7:39Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya.

Suami atau istri yang ditinggal mati oleh pasangannya boleh kawin lagi. Jika yang semula adalah orang beda agama, untuk perkawinan yang kedua harus dengan orang yang seiman. Perkawinan kedua jangan dengan orang yang berbeda agama. Kenapa? Sebab perkawinan yang kedua bukan lagi merupakan hal yang mendesak.

23. 7:40Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.

Sekalipun kebanyakan dari nasehat di atas merupakan pendapat pribadi rasul Paulus, bukan Firman TUHAN, tapi rasul Paulus mempunyai ROH KUDUS yang bisa dipercayai sehingga perkataannya bisa dianggap sebagai Firman ELOHIM YAHWEH juga.

Hasil gambar untuk gambar perkawinan